Perilaku Keluarga Cendana, Kegagalan Soeharto Mendidik Anak-anaknya

MEMAHAMI PERILAKU Anak-Anak CENDANA dan Apa warisan terburuk Soeharto?   Nahimunkarnews.com -- Anak-anaknya! Di akhir masa hidup kedua...

MEMAHAMI PERILAKU Anak-Anak CENDANA dan Apa warisan terburuk Soeharto? 


Nahimunkarnews.com -- Anak-anaknya! Di akhir masa hidup kedua orangtuanya, apakah ada dalam pikiran Ibu Tien dan Pak Harto urusan bangsa dan negara yang telah dibangunnya dengan segala tipu daya, diperjuangkannya dengan membunuh ratusan ribu nyawa, membungkam mulut tak terkira jumlah suara kritis dan figur yang berbeda pendapat. Bukan, bukan! Keduanya gelisah, hanya berpikir bagaimana nasib anak2 mereka, setelah kedua tidak berkuasa dan (apalagi) setelah keduanya tiada. Bu Tien, dalam kacamata budaya Jawa dianggap "kanca wingking". Jangan sekedar dianggap sebagai pelayan, yang sering dianggap rendah sekedar bertugas masak, macak, manak (memasak, merias diri, dan melahirkan anak).

Namun sesungguhnya tulang punggung, yang membuat Pak Harto bisa tetap tegak (baca: tetap tega dan tegar menghadapi) apapun yang menjadi penghalang. Realitasnya, beberapa waktu sebelum meninggalnya: Bu Tien mengeluhkan perilaku anak-anaknya yang rebutan berbagai macam monopoli bisnis. Misalnya Tutut dengan Bambang dalam TV Swasta (RCTI dan TPI), Bambang dengan Tommy (mobnas Bimantara dan Timor). Perilaku anak - anak ini bahkan telah sampai di titik meresahkan ibu yang semula mungkin sekedar hanya ingin melihat anaknya bahagia. Setelah Bu Tien meninggal, perlahan runtuhlah pertahanan Pak Harto dan anak-anak nya.

Keluarga Cendana adalah anomali luar biasa, bila ingin dipahami apakah ia antagonis keluarga monarki-tradisional atau intelektual-modern. Ia bisa keduanya, tapi juga bukan keduanya. Keluarga ini tidak dibekali dengan tata-krama transedental, ilmu laku prihatin yang asketis sebagaimana dahulu sangat ditanamkan oleh keluarga Jawa priyayi. Apa yang justru bernilai paling tinggi pada kedua orangtuanya.

Mereka tidak pernah dipisahkan oleh bapak-ibunya untuk nyantrik, sekolah dengan mondok di luar kota. Memiliki pengalaman spiritual berpisah dengan orang-tua. Dalam bentuk lain, keluarga modern yang memiliki kesadaran intelektual lebih tinggi melakukannya dengan jauh lebih ekstrem: Mengirim belajar ke luar negeri, dengan jumlah bekal yang terbatas (asal cukup, namun tak pernah lebih).

Tak satu pun anak-anak Soeharto memiliki pendidikan yang tuntas, kecuali si bungsu Mamiek yang lulus kuliahnya di IPB. Itupun memunculkan banyak rumor negatif, karena kemana2 ia harus dikawal, ada mahasiswa lain yang disusupkan hanya untuk menemani selama ia di kelas, bahkan nilai2nya yang tak pernah keluar dalam papan pengumuman.

Singkat kata, yang selalu gagal dipahami oleh publik adalah keenam anak ini, tidak dibekali wawasan intelektual yang cukup. Yang daripadanya dapat diharapkan memiliki kepekaan nurani, kehalusan budi pekerti, dan keberpihakan yang jelas.

Akibatnya, keenam anak ini tumbuh dalam "tradisi tembung jare", kalau meminjam istilah Gus Dur sangat tergantung pada para pembisiknya. Ia membangun sistem bisnis paling purba yang sebenarnya tak lebih feodalisme yang diperluas. Bila dulu sistem feodal itu hanya mengandalkan kepemilikan tanah seluas mata memandang, maka mereka menganggap Indonesia ini adalah tanah ladang yang mereka warisi dari bapaknya. Lalu mereka mengkapling2, menyewakan, menjualnya untuk memburu rente. Menarik ulurkan kepemilikannya seenak2 selera mereka. Dan ketika, ayah mereka tumbang dan dianggap penjahat kemanusiaan, lalu bisnis mereka satu persatu dipreteli.

Tak nyana(disangka), yang tersisa masih luar biasa banyaknya. Forbes pernah menyebut Soeharto adalah seorang yang paling lihai dan cermat menyimpah harta kekayaannya di bank2 luar negeri, rahasianya sulit terendus dan terlacak media manapun. Itulah masalah dasar yang mereka hadapi. Saya yakin bahwa mereka sendiri pun kaget, bahwa kekayaan yang di luar mereka pernah ambil satu persatu melalui bisnis mereka masing-masing.

Ternyata apa yang pernah orang tua mereka ambil selama 32 tahun Orde Kleptocrazy dan sempat disimpan masih luar biasa banyaknya. Dalam konteks inilah, semestinya harus dipahami bahwa kenapa mereka tidak mati-mati, bahkan tampak bangkit lagi dengan segala kejumawaannya. Dalam konteks orang yang paling bodoh sekalipun harus dipahami bahwa untuk menghabiskan kekayaan sedemikian besar itu juga butuh imajinasi. Dan imajinasi itulah yang tak pernah mereka punya!

Sekali lagi kombinasi antara anak2 yang berselera kebangsaan rendah dan kekayaan yang melimpah adalah warisan Soeharto yang menjadi beban sejarahnya sendiri. Lihatlah di hari-hari ini, apa yang dilakukan keluarga besar mereka adalah dunia tanpa imajinasi. Membangkitkan isu PKI yang sesungguhnya telah mereka bunuh sendiri sampai mati. Menghidupkan sentimen anti-China, yang sebenarnya justru komunitas etnis yang menggelembungkan kekayaan mereka.

Dan yang tak kalah gila, menggunakan sentimen Islam yang sebenarnya tak pernah benar-benar mereka yakini kebenarannya. Mereka telah berubah menjadi kutukan bagi bangsa Indonesia: dimusuhi eksistensinya, tapi dirindukan cipratan sedekah rejekinya! Entah sampai kapan...

Ditulis oleh : Andi Setiono Mangoenprasodjo
Name

Afrika Agama dan Aliran Ahlusunnah Amerika Analisis Artis Berita Budha China Denny Siregar Dina Y Sulaiman Dunia Eropa FATWA MUI Fitna_Wahabi FPI Hikmah Hindu History HTI Humor Politik Indonesia Info Menarik Inggris Inspiratif Irak Iran Ismail Amin Jonru Kekejaman ISIS Kesehatan Khilafah Kristen Libanon Malaysia Maroko Mesir Muhammadiyah Muhsin Labib MUI Nigeria NU Palestina Pejabat Publik Penghayat Kepercayaan Perancis Politik Radikalisasi Kampus Radikalisme Refleksi Renungan Rusia Saudi Sulaiman Djaya Sumanto Al Qurtuby Suriah Syi'ah Terorisme Testimoni Tokoh Turki Ust Abu Janda Al-Boliwudi Video Wahabi Yaman Zain oul Mottaqin Ahmed
false
ltr
item
Nahimunkar News: Perilaku Keluarga Cendana, Kegagalan Soeharto Mendidik Anak-anaknya
Perilaku Keluarga Cendana, Kegagalan Soeharto Mendidik Anak-anaknya
https://3.bp.blogspot.com/-hl54FLtLfBw/WpRb6aWCZkI/AAAAAAAAAMI/KBXKNZOpwecdg-S4DRNoN6q_u3uhy3KOwCLcBGAs/s320/Keluarga%2Bbroken.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-hl54FLtLfBw/WpRb6aWCZkI/AAAAAAAAAMI/KBXKNZOpwecdg-S4DRNoN6q_u3uhy3KOwCLcBGAs/s72-c/Keluarga%2Bbroken.jpg
Nahimunkar News
http://www.nahimunkarnews.com/2018/02/perilaku-keluarga-cendana-kegagalan.html
http://www.nahimunkarnews.com/
http://www.nahimunkarnews.com/
http://www.nahimunkarnews.com/2018/02/perilaku-keluarga-cendana-kegagalan.html
true
8345906964687807860
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy