[VIDEO] Catatan dari Mosul: suasana Kota Mosul Irak Pasca Terusirnya ISIS



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Catatan dari Mosul, 16 Juni 2017. Sore ini saya baru kembali kembali dari Mosul setelah melakukan misi di satu daerah di Mosul yang bernama 17 July, di Mosul Barat.

17 July adalah daerah yang baru saja direbut kembali dari kontrol Islamic State (IS) sejak sekitar 2 minggu yang lalu. Sama dengan daerah-daerah lain di Mosul barat, kehancuran bangunan dan fasilitas publik di daerah ini mencapai hampir 90%.

Tiap jalan utama dan gang-gang sempit memiliki pemandangan yang sama: kotor, sampah beterbaran dimana-mana, rongsokan mobil yang terbakar atau penuh dengan lubang peluru ada dimana-mana.17 July adalah pusat ISIS di Mosul barat. Di daerah ini, hampir 100% penduduknya adalah pendukung ISIS. Ini berarti, orang-orang yang tadi saya temui, saya ajak bicara, bahkan saling bertukar rokok - saya punya banyak stok rokok Sampoerna yang dibawa dari Indonesia sebagai bagian dari "cigarette diplomacy" - kemungkinannya adalah pendukung ISIS.

Kehidupan mereka sangat menderita baik di saat ISIS masih menguasai daerah ini, maupun saat sekarang. Ini bukti bahwa pendukung ISIS pun tidak hidup enak dibawah kontrol ISIS, dan tentu mereka pun menderita pasca ISIS diusir dari daerahnya.

Saya sempat bertanya pada komandan Polisi Federal yang menguasai sektor timur di Mosul barat ini; "Komandan, apakah selama operasi merebut kembali Mosul ini pernah bertemu dengan anggota ISIS yang berasal dari Indonesia?". Dia menjawab: "Sampai dengan saat ini belum pernah, tetapi kemungkinan masih banyak milisi asing pendukung ISIS di Kota Tua Mosul, dan mungkin saja ada yang dari Indonesia".

Misi hari ini dibumbui dengan beberapa bom mobil yang cukup besar dan juga serangan roket dari Pesawat - pesawat tentara koalisi yang bisa dilihat di video dibawah ini.

Lihat videonya :



Satu yang yang menarik dari misi hari ini ke 17 July adalah betapa saling curiganya antara satu orang dengan orang yang lain di sana. ISIS menciptakan anarki di Mosul sehingga untuk bertahan hidup, orang dipaksa untuk bermuka dua dan kalau terpaksa, bisa saling membunuh satu dengan yang lain. Tidak ada toleransi,tidak ada saling percaya, tidak ada saling mendukung.

ISIS masuk ke Mosul karena masyarakat disana membiarkan organisasi dengan ideologi radikal sesat itu masuk. Mereka terpengaruh janji-janji surga di bumi yang dikumandangkan ISIS berbalutkan ajaran agama.

Ternyata hidup di dalam kekhilafahan dibawah ISIS itu bukan surga tetapi neraka, dan panasnya neraka itu masih terasa bahkan saat ISIS sudah hancur lebur dipukul mundur.

Bagaimana dengan Indonesia? Jangan sampai kita tergiur janji-janji organisasi radikal berbalutkan agama yang menjanjikan surga di dunia, padahal yang terjadi adalah neraka yang berkepanjangan.

Salam dari Mosul, Iraq
Catatan : Alto Luger

1 comment:
Write komentar