Kalah Judi Pangeran Arab Saudi Gadaikan Lima Istri Untuk Taruhan

Pangeran Arab Saudi Majed bin Abdullah bin Abdulaziz Al Saud


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Pangeran Arab Saudi ini membuat heboh dunia perjudian sejagat. Dalam waktu enam jam berjudi, dia kehilangan 1,350 miliar riyal atau US$ 359 juta.

Tidak cuma itu, lima dari sembilan istrinya digadaikan untuk menutup kekalahannya bermain bermain poker di sebuah kasino di Mesir.

Pangeran Arab Saudi bernama Majed bin Abdullah bin Abdulaziz Al Saud ini sudah terkenal di seluruh dunia karena kebiasaan mengonsumsi obat-obatan dan bermain judi. Namun kegilaan judi dan taruhan kali ini cukup luar biasa.

Dia tinggal selama seminggu di Sinai Grand Casino yang sangat terkenal. Dia menghabiskan enam jam di meja poker dengan "taruhan yang kelewat batas".

Ia kehilangan ratusan juta dolar dan bahkan terpaksa menyerahkan lima istrinya untuk menutupi sebagian dari hutangnya, seperti dilaporkan www.worldnewsdailyreport.com

Menurut Direktur Kasino, Ali Shamoon, pangeran tersebut menggadaikan istrinya dengan imbalan kredit $ 25 juta dan meninggalkan mereka di sana setelah dia mengalami kekalahan.

"Ini bukan pertama kalinya pelanggan kasino bertaruh makhluk hidup. Kita juga sering mendapatkan unta dan kuda, tapi biasanya, pelanggan membayar untuk mengambilnya. Tapi ini adalah pertama kalinya seorang pemain meninggalkan istrinya setelah dia kalah," kata Ali.

Memperbudak atau menjual wanita sudah jarang dilakukan, namun masih legal di beberapa negara Timur Tengah. Status dari wanita-wanita tertentu ini tampaknya mempermalukan Kasino Sinai Agung dan pemerintah Mesir. Bagaimanapun solusi diplomatik sangat mungkin akan terjadi.

Masih belum jelas apa yang akan terjadi pada para istri pangeran tersebut, dan jika mereka bisa kembali ke Arab Saudi, kebanyakan ahli percaya bahwa anggota keluarga kerajaan Saudi lainnya akan membelinya secara diam-diam beberapa minggu ke depan.

Jika tidak, kemungkinan mereka akan dijual, di lelang ke Yaman atau Qatar.

Berjudi dengan banyak dampak buruk bukan pertama kalinya dilakukan Pangeran Majed bin Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Pada tahun 2015, pangeran ia dituduh melakukan hubungan seksual dengan seorang ajudan laki-laki, mengambil kokain dan mengancam untuk membunuh wanita yang menolaknya dan serta melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pembantu.

Beberapa hari setelah hal memalukan ini terungkap oleh media, jaksa wilayah Los Angeles mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengajukan tuntutan kepada pangeran dan dia diizinkan meninggalkan negara tersebut.

Kali ini, sang pangeran diyakini telah kehilangan sebagian besar kekayaannya. DIharap dengan kehilangan banyak duit dan lima istri, dia bisa hidup lebih tenang dan lebih konservatif lagi.(IK/NMn)



No comments:
Write komentar