[VIDEO] Jusuf Kalla Hadiri Ceramah Yang Mendukung Korupsi

Ilustrasi Jusuf Kalla 


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pengajian yang mendukung Korupsi. Dalam pengajian yang dihadiri oleh Jusuf Kalla itu si penceramah mengatakan, "Sebejat-bejatnya orang Islam, walau korupsi walau bajingan masuk penjara, nanti mati pasti punya jatah surga, namun sebaik-baiknya kafir, santun, seramah-ramahnya kafir, punya posisi dipemerintahan, mati masuk neraka."

Lihat videonya :



Penceramah agama Islam seperti yang ada dalam video itu sepertinya tidak tahu atau mungkin ingin mendistorsi Firman Allah swt yang mengatakan dalam Alquran,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal shalih, maka untuk mereka adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (QS. Al Baqarah: 62)

Anehnya tidak ada tanggapan secara lisan ataupun tertulis dari Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait ceramah salah seorang ustad dari pondok pesantren (ponpes) Gontor - Ponorogo tersebut yang terkesan seolah-olah mendukung atau memberi harapan baik kepada para koruptor untuk melakukan korupsi.

Ini adalah bentuk pembodohan publik yang dilakukan oleh seorang ulama dari pesantren terbesar di Indonesia.
Dengan kualifikasi ulama seperti itu jangan harap Indonesia akan bebas dari korupsi, seorang koruptor yang akan melakukan kejahatannya akan berpikir, tidak apa apa korupsi didunia toh saya muslim nanti apabila mati masih mendapat surga, daripada 'kafir' berbuat baik sebanyak apapun percuma karena akan masuk neraka. Entahlah surga seperti apa yang diharapkan dari perilaku yang merugikan umat manusia tersebut.(nahimunkarnews.com)


No comments:
Write komentar