Soal Rumah Tanpa DePe, Begini Tanggapan Pengembang Perumahaan


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menawarkan solusi kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di DKI Jakarta. Caranya adalah dengan menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa uang muka (down payment/DP).

 Lantas, mungkinkah program tersebut direalisasikan? Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahaan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Junaidi Abdillah mengatakan, hal tersebut bisa saja dilakukan apabila pembayaran dilakukan langsung ke pengembang. Namun jika dilakukan dengan mekanisme KPR, hal tersebut tak bisa dilakukan karena melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh OJK dan Bank Indonesia. 

"Kalau cicilan langsung ke pengembang bisa dimungkinkan. Tapi kalau melalui KPR tentunya harus ada DP, karena terkait dengan peraturan BI atau OJK," katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Minggu (19/2/2017).

Seperti diketahui, pasangan calon Gubenur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memiliki program rumah dengan uang muka atau DP nol rupiah. Program ini dimaksudkan, agara warga DKI lebih mudah memiliki rumah dengan biaya yang bisa mereka jangkau.

 Skema ini mengharuskan yang ingin mendaftar dan ikut program ini harus menabung dulu, untuk kemudian bisa melakukan cicilan DP 6 sampai 12 bulan. Nilai tabungan yang diiur atau dicicil selama 6-12 bulan tersebut akan dihitung setara dengan nilai uang muka perumahan alias DP Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diajukan kepemilikannya.(detik)

1 comment:
Write komentar
  1. Kalau langsung ke Pengembang, biasanya maksimal kredit hanya 3 tahun saja..
    tambah lebih berat.

    ReplyDelete