Iran Balas Kebijakan Amerika yang Melarang Warganya Berkunjung ke Amerika

Kantor airport Mahrabad di Teheran meletakkan bendera amerika didepan pintu masuk ke Iran agar yang berlalulalang dapat menginjak bendera tersebut sebagai jawaban pernyataan presiden amerika yang baru yang melarang warga Iran memasuki negaranya.



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Keputusan pemerintah AS di bawah kekuasaan Donald Trump, telah memasukkan Iran dalam daftar larangan masuk ke negaranya, surat perintah yang diteken Oleh Presiden AS akhir pekan lalu.

Untuk membalas kebijakan presiden Amerika yang baru itu Iran mengatakan akan menghentikan warga Amerika Serikat (AS) memasuki negaranya. Kebijakan itu sebagai balasan atas larangan visa Washington terhadap Teheran dan enam negara mayoritas Muslim lainnya yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump.

"Sementara menghormati orang Amerika dan membedakan antara mereka dan kebijakan bermusuhan pemerintah AS, Iran akan menerapkan prinsip timbal balik sampai serangan AS pembatasan terhadap warga negara Iran diangkat," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dikutip dariReuters, Minggu (29/1/2017).

"Dengan pembatasan terhadap perjalanan Muslim ke AS merupakan penghinaan terbuka terhadap dunia Islam dan bangsa Iran pada khususnya serta akan dikenal sebagai hadiah terbesar untuk ekstrimis," sambung pernyataan itu.

Sebelumnya AS mengeluarkan larangan bagi warga negara dari 7 negara Muslim, termasuk Iran, untuk masuk ke negara itu. Larangan tersebut akan membuat hampir tidang mungkin kerabat dan teman-teman dari sekitar satu juta warga Amerika-Iran untuk mengunjungi AS.

Selain Iran, negara lain yang terkena larangan memasuki AS adalah Suriah, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman. Trump juga memutuskan AS akan berhenti menerima pengungsi dari Suriah.(DBS)

No comments:
Write komentar