[Video] Sekitar 40 Perwakilan ormas di Balikpapan Kalimantan Timur Menuntut Pembubaran FPI dan GNPF MUI

Sekitar 40 Perwakilan ormas di Balikpapan Kalimantan Timur menolak keberadaan Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI).

Sedikitnya ada 40 Perwakilan ormas kepemudaan dan kedaerahan mengecam keberadaan FPI yang dinilai sebagai ormas yang telah menimbulkan suasana tidak kondusif di masyarakat. Menghina Presiden, menghina kapolri, menghina bendera merah putih, dan menghina semua orang. Aksi digelar di dekat simpang Balikpapan Plaza jalan Ahmad Yani, Balikpapan, Minggu (22/1/2017).

"Ada sekitar 40 organisasi kedaerahan dan pemuda, termasuk juga masyarakat Balikpapan secara umum. Jadi, kita tidak datang atas ormas atau satu agama tapi datang sebagai warga Balikpapan," kata Tokoh Dayak Abriantinus.

Komunitas masyarakat Dayak, kata Abriantunis, juga sudah menyampaikan penolakan kepada FPI dan GNPF MUI.

Lihat videonya :


"Pertama kepada FPI yang sudah terlalu banyak menghina dan melecehkan. Saya pikir di sini semua dilecehkan tidak ada yang tidak dilecehkan. Sampai hansip pun dilecehkan. Mulai dari presiden, kapolri, semua elemen masyarakat dihina. Untung bukan security. Kalau security (dilecehkan) tak kumpulkan seluruh security dari seluruh Indonesia," tandasnya.

Ia mengharapkan Pemerintah Kota Balikpapan tidak membuka peluang keberadaan FPI di kota tersebut. "Kami minta pemkot untuk tidak membuka peluang adanya FPI di Kota Balikpapan. Itu kesimpulan tidak ada lainnya. Alasan sudah jelas karena ini akan merusak tatanan yang sudah ada di Balikpapan. Kita semua damai. Enam agama, hampir 120 paguyuban di sini damai. Saya sudah 50 tahun di Balikpapan, tapi belum pernah menemukan ajaran Islam yang seperti ini," jelasnya.

Pada kesempatan sama, seorang orator dari pendemo menyampaikan agar semua pihak bisa sepaham tidak menerima kehadiran FPI.

"Kami di sini berkumpul tetap menolak. Itu harapan kami kepada pemerintah agar FPI dan gerakan pengawal Fatwa Mui dibubarkan di Balikpapan ini yang banyak mengacau mengatasnamakan ulama," teriak seorang saat menyampaikan orasinya.

Aksi ini diikuti ormas GP Ansor Balikpapan, Banser, Fatayat, IPNU, BKPRMI, FPC NKRI, PA GMNI, Bakor Pena, GPII, GPNU, ormas daerah seperti Gepak, KPADK, paguyuban spritual, Pusaka. Selain membawa atribut bendera ormas para demonstran juga membawa bendera merah putih. Di kepala pendemo juga diikatkan kain merah putih dan sebagian kecil mengenakan atribut dayak.

Aksi demo ini dikawal oleh Kapolres Balikpapan AKBP Juniarta. Katanya, disiapkan empat SKK untuk mengamankan jalan aksi damai yang dari permohonan diikuti 3.000 orang.

"Ya kami siapkan empat SKK. Kami juga mengimbau pengunjuk rasa pada saat mengajukan permohonan aksi untuk menjaga kondusivitas keamanan. Silakan unjuk rasa dengan santun dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya di Balikpapan. Ternyata aksi ini sesuai dengan yang kami harapkan bisa berjalan aman dan damai," ujarnya.

Kepolisian juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan karena posisi pendemo berada di depan Gedung Kehutanan Kaltim atau sekitar 100 meter dari simpang Balikpapan Plaza.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 setelah sebelumnya berkumpul dan berjalan kaki sepanjang dua kilometer dari sekitar Balikpapan Permai ke Balikpapan Plaza. Jelang pukul 16.00 peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan aman.(vr)

No comments:
Write komentar