[VIDEO] Sekitar 20 kelompok Ormas di Jabar Sepakat Tuntut Bubarkan FPI


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Seminggu terakhir, desakan pembubaran organisasi masa Front Pembela Islam (FPI) kian mengemuka. Baru-baru ini gabungan dari 20 ormas asal Jawa Barat berkumpul bersama dengan tema “Masyarakat Jawa Barat Bersatu untuk Mengawal Petisi Bersama”mendeklarasikan petisi pembubaran FPI. Apel tersebut digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Barat (Gedung Sate), Jalan Diponegoto, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tuntutan tersebut, dituangkan dalam bentuk petisi yang diajukan oleh 20 ormas tersebut. Selain menuntut pembubaran FPI, petisi yang ditanda tangani tersebut juga terkait adanya penistaan Pancasila dan budaya, serta pemecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lihat videonya :



Apel yang diikuti lebih dari 2000 orang tersebut mendukung penegakan hukum Polda Jawa Barat dalam penyelidikan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab atas kasus dugaan penodaan lambang negara yang sebelumnya telah dilayangkan oleh Putri Presiden RI pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri.

Disampaikan oleh salah satu Ketua Majelis Adat Sunda, M. Ari Mulia Subagja, proses hukum yang berlaku sekarang ini harus tetap ditegakkan tanpa pandang bulu. “Siapa pun yang melakukan penistaan harus diproses secara hukum,” ucap Ari di Bandung, Kamis (19/1/2017).

Ari juga mengapresiasi kinerja kepolisian yang dianggapnya telah bangkit dari keterpurukan. Alasannya, menurut Ari, beberapa periode waktu yang lalu kepolisian dianggap lemah dalam menanggapi berbagai kasus penistaan lambang dan panji-panji negara oleh kelompok tertentu.

Dalam Apel itu, nampak pula hadir Ketua DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha dan Sukmawati Soekarnoputri. Dalam kesempatan tersebut, Sukmawati dalam orasinya mengatakan, selalu perlu untuk melakukan napak tilas ke lokasi bekas perjuangan para pahlawan yang dulu memerdekakan Indonesia.

Dalam acara tersebut, nampak beberapa simpatisan memajangkan spanduk bertuliskan beragam kata. Diantaranya, “Bubarkan FPI dan Segera Tetapkan Sebagai Organisasi Terlarang”, “Mengajak Seluruh Komponen Masyarakat Jabar untuk Menolak Bahaya Gaya ISIS”, “Usir Anti Toleransi Berbudaya dan Berbangsa”, “Usir Anti Pancasila Sebagai Ideologi Berbangsa dan Bernegara”, serta “Dukung Kapolda Jabar dalam Penegakan Proses Hukum Rizieq Shihab”.(wdy)

No comments:
Write komentar