Menurut Polisi FPI yang Mulai Bentrokan Lebih Dulu, VIDEO

FPI MAKIN BRUTAL...!!! Setelah pemeriksaan Rizik Shihab ternyata Massa FPI Terus membuat ricuh, Seorang polisi yang berusaha melerai kericuhan pecah matanya akibat terkena senjata tajam milik salah satu dari anggota FPI.


NAHIMUNKARNEWS.COM-- Bentrok antara massa pendukung pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan ormas yang kontra, terjadi usai  Rizieq menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Kamis (12/1/2017).

Bentrokan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB hingga 17.00 WIB.

Bentrokan terjadi setelah massa pro Rizieq Shihab mundur dari Markas Polda Jawa Barat seusai mengawal kepulangan Rizieq.

Para anggota FPI terlihat membawa kayu hingga batu sebagai senjata.

Mereka melakukan sweeping untuk menghadang massa yang kontra terhadap Rizieq Shihab.

"Satu orang dari masyarakat Sunda (massa kontra Rizieq) mau ambil motor di kerumunan FPI, dia dicegah sama FPI, lalu kena pukul menggunakan kayu," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis.

Lihat videonya :

Melihat rekannya dipukuli, massa kontra bereaksi dengan melakukan pengejaran dan merusak mobil milik anggota FPI.

Polisi pun langsung bergerak cepat dengan membubarkan massa.

"Itu ekses, balasan, karena ada mobil FPI parkir dekat massa yang kontra ini," tuturnya.

Tidak terima dipukuli, pihak kontra Rizieq Shihab melaporkan perbuatan masa pendukung Rizieq Shihab ke Polda Jawa Barat dengan satu orang korban.

"Yang lapor ke kita baru dari masyarakat Sunda, buktinya ada, lagi divisum dulu orangnya," jelasnya.

Yusri mengatakan, Polda Jawa Barat belum menerima laporan atas insiden tersebut dari massa pendukung Rizieq Shihab.

"Massa FPI belum melapor. Kalau mau melapor silakan," ucapnya.

Yusri memastikan situasi dan kondisi pasca Bentrokan mulai mereda.

"Sampai sekarang situasi sudah aman, kondusif. Tapi petugas kita melakukan patroli untuk menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata dia.

Penulis : Van Harry 
Sumber : tribunnews


No comments:
Write komentar