Massa Gabungan Datangi Pemeriksaan Munarman di Polda Bali Tuntut Munarman Dihukum Berat

MASA GABUNGAN MENGEPUNG POLDA BALI (GP ANSOR, LASKAR BALI, BALADIKA BALI, SANDI MURTI, PECALANG DAN TOKOH MASYARAKAT BALI)


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Massa gabungan demo di depan Mapolda Bali saat Munarman diperiksa
30 Januari 2017 14:13
Massa yang berasal dari lintas agama serta sejumlah ormas berdemo di depan Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, saat Juru Bicara FPI Munarman sedang menjalani pemeriksaan, terkait kasus dugaan fitnah terhadap Pecalang Bali.

Kabar pemeriksaan Jubir FPI itu begitu cepat tersiar. Mereka datang secara spontan dari berbagai penjuru, mendatangi Polda Bali. "Adili perusak keharmonisan umat di Bali," teriak salah seorang pemuda mengenakan kopiah penutup kepala warna putih, Senin (30/1).
Selain itu nampak juga sejumlah warga yang datang mengenakan pakaian adat Bali.

Mereka dengan tegas menuntut Munarman diadili atas tuduhan kasus dugaan fitnah terhadap pecalang.
Mereka yang tergabung dalam Komponen Rakyat Bali menggelar aksi demonstrasi ini di antaranya Laskar Bali, Banser, GP Ansor, PGN dan beberapa elemen lainnya.
Umumnya mereka mengaku sangat menyayangkan apa yang dinyatakan oleh Munarman.

Baca juga :
[Video] Munarman Fitnah Pecalang Bali 

Menurutnya, Munarman telah memecah kesatuan yang telah terjalin lama di Bali.
"Kami sangat peduli terhadap keamanan bangsa ini. Kami mendesak Munarman bicara apa maksudnya dia mengatakan itu. Apa maksudnya memecah belah Islam dan Hindu di Bali. Tidak cukup minta maaf, Munarman harus dihukum berat," kata juru bicara Komponen Rakyat Bali, Gus Yadi di depan Mapolda Bali.

Gus Yadi mengaku aksi yang digelarnya untuk memberi dukungan kepada Polda Bali dalam menangani kasus yang menjerat Munarman.
"Kami memberi dukungan kepada Polda Bali agar jangan pernah takut menjebloskan Munarman ke penjara," imbuhnya.
Dia juga menilai bahwa FPI selama ini selalu merendahkan polisi. "Jangan anggap kami dibayar kepolisian, diperintah kepolisian. Kami bergerak atas nama kebhinekaan dan agama," jelasnya.

Pada kesempatan itu, mereka meminta bila ada kuasa hukum yang beralamat tinggal di Bali ada dalam tim pembela Munarman, diharap mundur.
"Kalau ada kuasa hukum dari Bali segera tinggalkan gedung ini. Saya tidak mengancam, tapi pasti ada sesuatu terhadap Anda. Jangan bela orang yang merusak Bali. Bali ini tanah Dewata. Sekali lagi saya tidak mengancam, tapi lihat saja nanti," tantangnya.(BT)

No comments:
Write komentar