Sungguh penuh dengan dusta dan tidak sesuai fakta Tuduhan Irena Handono kepada Ahok dalam kapasitasnya sebagai saksi .
Masalahnya wanita muallaf ini apa yang dilakukannya dalam persidangan Ahok kali ini memang keterlaluan.
Dia dengan leluasa mengarang bebas, mengutarakan kebohongan dan memfitnah Ahok. Hebatnya itu dilakukannya dengan penuh senyum.

Ini rangkaian kebohongan , tuduhan dan fitnahnya:

1. Dia memfitnah Ahok merobohkan masjid, tapi tidak bisa menjelaskan maksudnya masjid yang mana.

Faktanya: kalau Ahok merobohkan masjid (misalnya masjid Amir Hamzah di Cikini), ya itu untuk dibangun kembali atau direalokasikan. Di masa kepemimpinannya, Ahok justru membangun banyak masjid.

2. Dia memfintah Ahok melarang kegiatan keagamaan di Monas untuk umat Islam, tapi mengizinkan umat Kristen merayakan Paskah di sana.

Faktanya: Ahok memang melarang Monas dijadikan tempat ibadah keagamaan, untuk agama manapun, karena Monas memang bukan tempat melakukan ibadah keagamaan..

3. Dia memfitnah Ahok melarang siswa mengenakan pakaian muslim pada hari Jumat.

Faktanya: Ahok tidak pernah mengeluarkan larangan bagi siswa mengenakan pakaian muslim di sekolah manapun pada hari apapun.

4. Dia menuduh Ahok pernah bilang di Balai Kota bahwa tidak ada orang di sana yang beriman kecuali Ahok sendiri.

Faktanya: yang dikatakan Ahok adalah: “Jangan mengaku beriman kalau kalian masih korupsi”.

5. Irena menuduh Ahok berkampanye di Pulau Seribu dan menyatakan: pilih saya.

Faktanya: Ahok justru menyatakan jangan pilih saya kalau bapak-ibu ragu memilih saya.

6. Irena menyatakan: mereka yang menghadiri ceramah Ahok di Pulau Seribu takut untuk menyanggah pernyataan Ahok karena mereka semua adalah bawahan Ahok. Kata Irena: mereka tertekan, ketakutan, tidak berani untuk mengungkapkan kebenaran.

Faktanya: yang hadir di acara itu ada anggota DPRD, anggota DPD dan ada masyarakat umum.

Kuasa hukum Ahok sudah meminta majelis hakim melakukan proses hukum atas kesaksian palsu Irena. Kuasa hukum Ahok juga akan mengadukannya ke polisi.

Tapi terlepas dari proses hukum ini, kita kembali melihat betapa rendahnya integritas kubu anti Ahok. Minggu lalu mereka sudah menghadirkan saksi pembohong. Sekarang, ini berulang.

Bagaimana mungkin seorang 'pemuka Islam' dengan mudah melontarkan fitnah dan kebohongan semacam itu di pengadilan?
Saya tidak paham.

Ditulis Oleh : Sujono Al Bajuri

0 komentar:

Poskan Komentar

Post Terbaru

Read More

pks