Otoritas Keagamaan Yahudi Israel Larang Warga Kristen Pasang Pohon Natal


Tahun ini lagi lagi sebuah surat dari otoritas kerabbian Yahudi di Yerusalem, dikirim ke hotel-hotel pada 7 Desember dan baru-baru ini dilansir di media. Surat ditandatangani dua kepala rabbi itu berisi peringatan: memasang satu pohon Natal di sebuah hotel diharamkan menurut ajaran Yahudi.

Dalam surat itu, kedua rabbi Yahudi ini melarang perayaan malam pergantian tahun juga tidak dibolehkan. Mereka mengingatkan tahun baru Yahudi jatuh pada musim gugur, bukan Desember.

Di masa lalu, otoritas kerabbian secara terbuka mengancam mencabut sertifikat kehalalan kalau hotel-hotel itu tetap nekat memasang pohon atau riasan Natal. Kashrut atau hukum makanan halal versi ajaran Yahudi, kerap dipakai buat menekan hotel-hotel atas pelbagai isu tidak terkait makanan, termasuk dekorasi Natal dan pesta tahun baru.

Perubahan berlangsung Maret tahun lalu, ketika Otoritas Kerabbian Israel mengeluarkan aturan kashrut baru bagi hotel yang mengurangi keterlibatan lembaga kerabbian dalam masalah tidak terkait status kehalalan makanan disajikan.

Kebijakan ini keluar setelah ada petisi dari Hiddush, organisasi nirlaba mengkaampanyekan kebebasan beragama, memprotes beragam pembatasan pada hotel dengan ancaman sertifikat halal mereka dicabut. Di antaranya larangan menampilkan musik dan foto saban Sabbath atau mengharamkan pohon Natal dan pesta tahun baru.

Hiddush mengancam menggugat ke pengadilan tinggi bila otoritas kerabbian tidak menghapus semua larangan itu. Kepala Otoritas Kerabbian Israel kemudian mengumumkan beberapa aturan non-makanan, termasuk mencabut larangan atas pohon Natal.

CEO Hiddush Rabbi Uri Regev menyembut gembiran keputusan tersebut. "Kita mesti berterima kasih kepada jaksa agung dan Kementerian Agama telah menjelaskan kepada kepala Otoritas Kerabbian, hukum di Israel juga berlaku bagi mereka dan aturan mereka tidak boleh melanggar hukum," katanya.

Alhasil, ketika surat dari dua kepala rabbi di Yerusalem keluar, Otoritas Kerabbian Israel bilang meski mereka setuju pohon Natal dan pesta tahun baru tidak halal, surat itu adalah inisiatif pribadi dari cabang mereka di Yerusalem. Otoritas Kerabbian Israel menekankan setifikat halal hotel-hotel itu tidak akan dicabut, namun disarankan mencabut dekorasi Natal demi menghormati kaum Yahudi.

Di kota pantai Haifa di utara Israel, Rabbi Elad Dokow dari Premier Technology University mengambil langkah serupa. Dia memerintahkan mahasiswa Yahudi memboikot himpunan mahasiswa karena untuk pertama kali memasang pohon Natal.

Dia menyebut pohon Natal sebagai pohon pemujaan dan simbol pagan. Dia menambahkan pemasangan pohon Natal bertentangan dengan kehalalan gedung, termasuk pusat jajanan di dalamnya. "Ini bukan soal kebebasan beragama. Israel satu-satunya negara Yahudi di dunia," ujar Dokow.

Satu tempat yang tidak akan pernah dipasangi pohon Natal adalah kompleks Knesset (parlemen Israel). Tiga tahun lalu, Ketua Knesset Yuli Edelstein menolak permintaan dari politikus Kristen asal Partai Hadash untuk menempatkan sebuah pohon Natal di Knesset.

Natal tidak selalu berarti kedamaian. Di Israel Natal bisa bermakna pertempuran.(AB)

No comments:
Write komentar