Dipertanyakan Aliran Dananya, Ini Jawaban Ngeles IHR


Nahimunkarnews.com-- Sejak beberapa hari terakhir, netizen Indonesia ramai memperbincangkan video berita dari channel Euronews yang secara tidak sengaja menyorot kardus berlogo”Indonesia Humanitarian Relief” (IHR). Pasalnya, kardus itu ditemukan di sebuah sekolah yang selama beberapa tahun terakhir digunakan oleh kelompok teror Jaish Al Islam(anak cabang dari Teroris ISIS) .

Menurut para warga lokal yang diwawancarai Euronews, selama ini mereka kelaparan, sementara para teroris menumpuk bahan pangan di gudang. IHR hari ini merilis sebuah pernyataan pers untuk menanggapi pemberitaan ini.

Baca juga :
Melacak Aliran Dana 10 Lembaga Amal Indonesia yang Berafiliasi Dengan Teroris Suriah 

Dalam press rilis  itu , IHR menyatakan bahwa pihaknya merasa difitnah.
Melihat polanya, arus fitnah ini tampaknya bukan barang baru. Upaya propaganda ini dilakukan oleh pihak-pihak yang memang sejak awal tidak ingin nestapa warga Suriah terdengar mengetuk hati nurani warga Indonesia.
Caranya dilakukan dengan berbagai pola, salah satunya adalah membunuh karakter NGO-NGO kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi.

IHR juga menyatakan bahwa mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah dengan bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan yang, menurut IHR, sangat kredibel di Turki, yakni İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı (IHH).
IHR juga memberikan ancaman, “Jika pihak-pihak penebar fitnah tersebut tidak menghentikan tuduhannya setelah pernyataan resmi kami ini, maka kami akan ambil langkah hukum terhadap para penebar fitnah tersebut.”

Baca juga :
Kupas Tuntas Hubungan IHR Pimpinan Bachtiar Nasir dengan Teroris Suriah 

Dari kelima poin press rilis tersebut, sama sekali tidak ada jawaban dari pertanyaan ini, “Mengapa bantuan dari rakyat Indonesia sampai jatuh ke tangan teroris?”
Allahu'alam.. (LI)

No comments:
Write komentar