Misteri Bocah Di balik Kursi Oranye


Oleh: Dina Y Sulaiman

Perhatikan bagaimana media arus utama seluruh dunia hampir serempak menjadikan bocah di kursi oranye sebagai headline dan 'simbol korban Assad'. Lalu disusul dengan narasi: "kita harus segera menerapkan 'no-fly-zone' di Suriah". Track record penetapan NFZ selama ini oleh PBB/NATO justru membuat rakyat sipil semakin menderita. Kapan2 saya bahas apa itu no-fly-zone, tapi terimakasih kalau ada yang bersedia bantu jelasin di komen.

Kali ini saya cuma ingin mengajak kita bertanya, mengapa bocah Palestina yang disembelih pelan-pelan, lalu kepalanya diangkat dengan wajah puas oleh Nurudin Zanki tidak dijadikan headline oleh semua koran itu? Fotografer si bocah di kursi oranye (Mahmoud Rslan) didapati berteman dan berpose bersama monster Nurudin Zanki ini. Saya tidak tega posting fotonya di sini. Yang kuat, bisa buka link yang saya taruh di komen.

NB: Nurudin Zanki bukan ISIS, tapi kelompok jihadis yang oleh media Barat disebut "moderate rebels" (pemberontak moderat). Sekali lagi, jangan tertipu nama dan klaim "ini jihadis beneran, itu ISIS". Mereka sama saja, dilihat dari ideologi dasar (Wahabi:red) dan metode sembelih2annya.

No comments:
Write komentar