AIR HUJAN OBAT SEGALA PENYAKIT

🌧

Bismillahir-Rahmanir- Rahiim

Dalam buku Zad al- ma’ad, Sayid Ibnu Thawus ra meriwayatkan bahwasanya ketika sekelompok sahabat sedang duduk, Rasulullah saww masuk kepada mereka sambil mengucapkan salam,mereka jawab salam beliau. lalu beliau berkata: ”Apakah kalian mau aku ajari satu pengobatan yang telah di ajarkan Jibril as kepadaku sehingga aku tidak butuh kepada pengobatan dokter ?’

Imam Ali bin Abi Thalib as, Salman ra dan yang lain balik bertanya, ’pengobatan apa itu?

Nabi saw berkata, kepada Imam Ali as, ”Ambilah air hujan di bulan Naisan (April) dan bacalah Al-fatihah, Ayat Kursi, Al-ikhlas, An-nas, Al-falaq, dan Al-kafirun masing-masing tujuh puluh kali. ’
Diriwayat lain ditambahkan surah Al Qodar tujuh puluh kali, Allahu Akbar tujuh puluh kali, La ilaha ilallah tujuh puluh kali dan shalawat tujuh puluh kali, lalu kau minum air itu di waktu pagi dan malam selama tujuh hari berturut-turut.

“Demi Tuhan yang telah mengutusku sebagai nabi, sesungguhnya Jibril as berkata: ”Sesungguhnya Allah SWT akan menyembuhkan orang yang minum air ini dari setiap penyakit dan mengeluarkan penyakit itu dari badannya, tulangnya dan dari semua anggota tubuhnya serta Allah akan menghapus penyakitnya yang telah tertulis baginya di Lauhul Mahfuzh.
Demi Tuhan yang telah mengutusku sebagai nabi, jika orang tersebut tidak di karuniakan anak, lalu minum air itu, maka akan dikaruniakan anak. Jika orang tersebut itu perempuan mandul, maka Allah akan dikaruniai anak. Jika ia ingin mengandung anak laki-laki atau perempuan pasti ia akan hamil demikian karena Allah Swt telah
berfirman dalam al-Qura’n,
ﻳَﻬَﺐُ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﺇِﻧَﺎﺛﺎًﻭَﻳَﻬَﺐُ ﻟِﻤَﻦ ﻳَﺸَﺎﺀُﺍﻟﺬُّﻛُﻮﺭَ
Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, (QS. 42:49)
ﺃَﻭْ ﻳُﺰَﻭِّﺟُﻬُﻢْ ﺫُﻛْﺮَﺍﻧﺎًﻭَﺇِناَثاً ﻭَﻳَﺠْﻌَﻞُ ﻣَﻨﻴَﺸَﺎﺀُ ﻋَﻘِﻴﻤﺎً ﺇِﻧَّﻬُﻌَﻠِﻴﻢٌ ﻗَﺪِﻳﺮٌ
atau Dia menganugerahkan keduanya.

Anda juga bisa merujuk di kitab Mafatih al-Jinan ( kunci-kunci Surga ) Oleh Syekh Abbas Al-Qummi. Jil.2 hal.400.

No comments:
Write komentar