IDEOLOGI NEO PKI TERDAPAT PADA ORMAS HTI DAN PKS



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Dalam Kultwetnya (Kuliah di Twitter) Prof. Sahetapy Pakar Senior Hukum Indonesia pernah mengatakan bahwa ideologi PKS lebih mirip dengan ide PKI atau kalau  bisa disebut sebagai neo PKI.

Kita dapat melihat PKS memiliki beberapa strategi yang mirip dengan PKI di masa Orde Lama. Mereka memiliki sistem pengkaderan melalui ormas-ormas seperti KAMMI hingga majlis Tarbiyah.

Rekrutmen yang mereka lalukan pada anggota baru menggunakan pendekatan emosional seperti metode agitasi yang saya sebut di atas. Sejauh ini, cara ini cukup efektif untuk menjaring massa karena tidak ada parpol lain yang masih mengikuti cara seperti ini. Hal ini cukup menjadi penjelasan stabilitas perolehan suara mereka setiap kali pemilu digelar.

Persentase pemilih PKS yang menurun tahun ini lebih banyak berasal dari swing voters, simpatisan bukan kader, pemilih ikut-ikutan, atau mungkin juga ‘korban serangan fajar’.

Kita tentu tahu bahwa PKS merupakan salah satu parpol yang mendukung pemberlakuan UU Syari’ah di Indonesia. Mereka juga memiliki pandangan sempit dan eksklusif mengenai ajaran Islam.

Bagi mereka, aqidah PKS adalah yang paling benar, yang paling murni, yang paling hakiki. Mereka tidak memiliki toleransi terhadap perbedaan pendapat. Bahkan, kader mereka banyak yang menyuarakan anti-pluralisme. Sifat eksklusif ini menyerupai doktrin filsafat Marxisme-Leninisme yang diusung PKI pada masanya.

Bahkan, perbedaan pendapat dengan sesama Marxis pun tidak mereka terima jika tidak sejalan dengan landasan perjuangan partai. Contohnya dapat kita lihat pada perjuangan Tan Malaka yang keluar dari PKI dan mendirikan Partai Murba.

Menjadi kekhawatiran tersendiri apabila memang PKS sengaja menciptakan konflik seperti halnya PKI untuk mengambil keuntugan dari chaos. Akhir-akhir ini, fitnah semakin banyak menyebar. Ketegangan pasca pilpres bahkan tak kunjung mereda. Propaganda hitam masih digunakan untuk menyerang pihak lawan.

Namun, satu hal yang jelas berbeda antara PKS dan PKI dalam hal black prop. PKI tidak menciptakan konflik sebagai pihak ketiga, namun mereka benar-benar secara jantan menampakkan muka. PKS berbeda, mereka berusaha menciptakan ketegangan antara NU-Syi’ah, Prabowo-Jokowi, Islam-Nasrani, tanpa pernah menampakkan muka sebagai penantang duel. Mungkin harapan mereka, bangsa ini akan saling bunuh hingga tak bersisa kecuali mereka.

Alhamdulillah, bangsa kita tidak sekerdil pikiran mereka. Prof. Sahetapy pakar hukum saja mengatakan PKS lebih mirip PKI. (NMn/KS)


No comments:
Write komentar