Universitas Indonesia Jadi Fasilitator Kajian Teroris Suriah

Fathi Yazid Attamimi, relawan dari Misi Medis Suriah dilaporkan akan mengadakan kajian akhir tahun yang bertajuk ‘ISIS dan Syiah, Islamkah Mereka’ di Universitas Indonesia (UI). Dari selebaran yang beredar di sosial media, acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Mushola Izzatul Islam tersebut sedianya digelar pada Sabtu, (12/12/2015) pukul 9.00 WIB, tepatnya di Aula Utama Masjid UI.

Undangan teroris Suriah 

Seperti diketahui, Yazid selama ini aktif di media sosial, dan mengabarkan perkembangan terbaru terkait konflik Suriah. Dari status facebook maupun tulisannya, Yazid adalah pendukung kelompok pemberontak Free Syrian Army (FSA), yaitu kelompok yang diberikan label moderat oleh Barat dan sekutunya dan mempunyai kedekatan dengan Israel.

Di Indonesia, kelompok ini didukung oleh kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan menyebutnya sebagai ‘mujahidin’.

Melawan Lupa: Abu Sakkar Pemakan Jantung
Salah satu ‘jihadis’ yang sangat fenomenal dari kelompok FSA adalah Abu Sakkar. Dalam sebuah video yang beredar, ia memegang pisau di sebelah mayat seorang tentara. Dengan penuh kebencian, ia berkata,“Aku bersumpah atas nama Allah, akan memakan jantung dan hati kalian, pasukan Bashar anjing.”

Abu Sakkar saat memakan jantung tentara Suriah
Kemudian, dengan pisaunya pria itu membelah dada tentara yang tewas di sebelahnya, dan memotong organ, lantas menggenggam potongan organ itu. Ia berteriak ‘Allahu Akbar, ia memasukkan potongan organ tubuh itu ke dalam mulutnya.’

Sontak saja peristiwa ini menjadi perbincangan di seluruh dunia. Pemberontak pemakan jantung, sebagian lagi menyebut ‘pemakan hati’, begitu ia disebut-sebut. Begitu fenomenalnya aksi Sakkar ini (baik yang pro dan kontra), mengundang komentar dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, “…mereka tidak hanya membunuh musuhnya. Mereka membelah dadanya, lalu memakan organ tubuh, dan hal itu dilakukan di depan kamera dan bisa ditonton oleh masyarakat internasional. Kelompok seperti inikah, yang Anda dukung?” (Reuters.com)

Abu Sakkar 

Mengapa Kajian Sekterian ini Digelar di UI?

Meskipun FSA disebut sebagai mujahidin, namun sejatinya kelompok ini melakukan teror yang tak kalah kejinya dengan yang dilakukan oleh faksi teroris lainnya seperti ISIS dan Jabhat al-Nusra. Dengan dukungan dari negara-negara Barat dan Arab, FSA melakukan pemberontakan yang telah menghancurkan infrastruktur Suriah, dan menewaskan kurang lebih 250.000 jiwa. Jutaan penduduk Suriah kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menegaskan bahwa ISIS adalah gerakan yang terlarang di Indonesia, dan beberapa situs-situs radikal juga sempat ditutup. Salah satu situs pendukung FSA yaituDakwatuna.com juga ditutup pemerintah. Lalu mengapa, UI yang sangat bergengsi justru memfasilitasi acara sektarian? Bukankah secara tidak langsung hal ini merupakan bentuk dukungan kepada terorisme?[voa-islam.News]

No comments:
Write komentar