Kerajaan Saudi Akan Izinkan Wanita Memakai Bikini Dipantai


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Kerajaan Arab Saudi Akan Izinkan Wanita Memakai Bikini Dipantai. Pemerintah kerajaan Arab Saudi mengambil kebijakan untuk menutupi defisit keuangan negaranya dengan memperbolehkan wanita menggunakan bikini di pantai. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan ekonomi pariwisatanya.

Mohammad bin Salman telah mengumumkan rencananya untuk membangun resor mewah di sepanjang pantai Laut Merah di bagian barat negara kerajaan itu.

Pangeran Saudi juga telah menerbitkan undang-undang khusus yang mengizinkan wanita memakai bikini ketika ada dipantai tersebut. Hal ini dilakukan Sebagai bagian dari upayanya untuk memodernisasi ekonomi Saudi.

Beberapa investor asing merasa senang dan menyambut baik kebijakan pangeran muda tersebut yang sering dipanggil dengan inisial "MbS".
"Ini akan menetapkan standar baru untuk pembangunan berkelanjutan dan membawa generasi muda Saudi kedepan agar bisa menikmati fasilitas pantai mewah  yang disediakan oleh kerajaan dan akan menempatkan Arab Saudi pada peta pariwisata internasional," kata salah satu juru bicara kerajaan itu.(NMn)

[VIDEO] Fatwa Mamah Dedeh: Umat Islam Jangan Jadi Dokter Hewan


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Mamah Dedeh menjadi sorotan publik, setelah video yang menayangkan salah satu episode program TV-nya, viral di media sosial. Publik mengkritik pernyataan yang dilontarkannya saat memberikan jawaban kepada salah satu jamaahnya.

Di video tersebut, tepatnya di menit ke-34, seorang hadirin bertanya mengenai najis yang berhubungan dengan profesi. Profesi yang dimaksud adalah dokter hewan. Jamaah itu menanyakan:

“Seorang dokter hewan setiap saat melaksanakan operasi, misalnya mengoperasi anjing, ini ‘kan najis mugholadhoh, apakah harus setiap saat pakai tanah, atau bisa pakai sabun?”

Mamah Dedeh menjawab:

“Harus pakai tanah tidak ada tawar menawar…”

Jawaban itu diakhiri dengan pernyataannya:

“…kalau saran saya, kita sebagai seorang muslim, jangan jadi dokter hewan.”


Tak khayal, ceramahnya kali itu pun mengundang banyak kontroversi, bahkan ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), drh. Heru Setijanto sampai ikut berkomentar dan mengirim pesan khusus ke mamah Dedeh melalui masengger,
Berikut adalah pesan lengkapnya:



Sedih dan prihatin atas pernyataan mamah Dedeh yang kurang bijak. Saya muslim dan saya sangat bangga menjadi dokter hewan. Sebagai dokter hewan muslim saya tahu dan paham apa itu najis dan haram. Dan sebagai dokter hewan kamipun diajari bagaimana melindungi diri dari hal-hal yang demikian. Coba bayangkan jika di suatu daerah ada wabah penyakit zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia, seperti rabies (dari anjing) atau Japanese Enchepalitis (dari babi) . dan disitu tak ada dokter hewan, maka malapetaka yang akan terjadi. Motto kami, dokter hewan Indonesia adalah “Manusya mriga satwa sewaka yang artinya mensejahterakan manusia melalui dunia hewan. Dokter hewan adalah profesi yang mulia dimana kalau hewan sehat maka manusiapun akan sehat. Siapakah yang akan mengawasi keamanan (safety and security) dan kesehatan hewan kurban .. ya dokter hewan. Siapakah yang mengawasi dan memonitor produk pangan asal hewan ya dokter hewan. Siapakah yang melakukan pengujian klinis pada hewan coba terhadap obat-obatan, kosmetik atau barang2 tertentu sebelum digunakan oleh manusia ya dokter hewan. Siapakah yang melakukan audit halal pada hewan sembelihan maupun pada produk pangan asal hewan ya dokter hewan. Jadi apakah seorang muslim tidak boleh jadi dokter hewan ???

Lihat videonya :



Beberapa komentar netizen pun ikut merespon pernyataan mamah Dedeh dengan komentarnya masing-masing.

@Abdullah Fnu
Mamah dedeh tiap ceramahnya slalu bertentangan dgn realita/sosial... saya mah slalu larang istri nonton acara ini, cz tidak mendidik... dulu pernah nonton, itu dia nyaranin para istri songong sama suami cm lantaran nyuruh sholat... katanya kalo subuh harus guyur suami yg masih tidur... khan kampret ini orang... ibadah itu masing2.. toh pahala dan dosa di tanggung masing2... trus apakah ga ada saran yg baik untuk mengajarkan perempuan2 muslimah untuk menyuruh suaminya sholat subuh selain di guyur... baiknya di stop aja acara ini... orang ini udah ustad bayaran... ajarannya banyak yg menyimpang... saran2nya slalu extreme... bukannya mencerdaskan bangsa... bukannya menambah moral.. tp malah menyarankan amoral...

@Yosita Maria Chandrawaty
Astagfirullah, mamah dedeh jangan kebablasan gitu dong, lama lama eneg juga kok nonton ceramah nih orang sombong arogan, lihat saja kalau ada pertanyaan dr jamaah blm kelar bertanya si madeh udah nyamber duluan... sombong amat ya ustadzah kok gak ada ramah dan halus halusnya.

@Jimmy Simbar
Suruh TKI2 yg tinggal dichina, korea, hongkong dan jepang suruh pulang.karena mereka tiap hari berhubungan dgn yg haram2.suruh kenegeri onta....uztazah parah.kantongnya yg diperhatikan bukan ilmu agamanya....coba perhatikan.yg sering2 kelihatan dilayar kaca rata2 ilmu agama mereka hanya berdasarkan duit! Kira2 mereka masuk surga ngak ya???? (Bbs/NMn)

Yang Meresmikan Patung Cina Anak Buah Amin Rais Yang Disalahkan Pemerintah Jokowi



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Yang Meresmikan Patung Pahlawan Cina Anak Buah Amin Rais, Yang disalahkan Pemerintah Jokowi. Baru baru ini Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meresmikan patung Dewa Perang Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen, di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, Senin (17/7/2017).

Patung ini mempunyai ketinggian 30,40 meter dan diklaim sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara.
Ketua MPR dalam sambutannya mengatakan, dirinya menyambut positif pembuatan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen tersebut. Terlebih, patung raksasa tersebut mendapatkan rekor MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara.

Zulkifli berharap patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen ini bisa menjadi salah satu ikon wisata di Tuban.

Tadi saya mendapatkan informasi dari Pak Alim (ketua penilik klenteng), kalau nilai kebaikan yang diwariskan Kongco Kwan Sing Tee Koen adalah kesetiaan, kejujuran dalam membela negara. Saya kira ini sikap yang sangat penting untuk diteladani dalam kegiatan bernegara,” tutur Zulkifli Hasan di Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur, Senin (17/7/2017).

Alim Sugiantoro menuturkan, Kongco Kwan Sing Tee Koen merupakan Jenderal perang yang memiliki kejujuran dan kesetiaan.

"Patung Jenderal perang ini, ada di mana-mana, termasuk di Cina. Acara peresmian hari ini sekaligus perayaan ulang tahun Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen ke 1.857," jelas penilik Klenteng Kwan Sing Bio ini.

Alim Sugiantoro yang juga menjadi kordinator HUT Klenteng mengatakan, patung raksasa ini dikerjakan selama 1,5 tahun, dan menghabiskan dana sebesar Rp 2,5 miliar.

"Dana itu merupakan sumbangan dari jamaah klenteng. Patung yang terbuat dari bahan tembaga, besi, semen, dan pasir Ini sangat dipercaya banyak orang, termasuk para nelayan yang mau berlayar mencari ikan ke laut pun datang ke sini," ungkapnya.(Trb/NMn)


Nama 'Ahok' Dipakai Untuk Kode Korupsi Oleh Hakim MK Patrialis Akbar



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Sidang perkara suap uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014, dengan terdakwa Patrialis Akbar, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri. Tipikor, Jakarta Pusat. Dalam sidang tersebut muncul sebutan ' Ahok' sebagai kode untuk Basuki Hariman, pengusaha tersangka pemberi suap ke Patrialis.

Hal tersebut terungkap saat jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan percakapan Patrialis dengan Kamaludin.

"Ahok siapa?" tanya jaksa Lie kepada Kamaludin, Senin (31/7).

"Pak Basuki (Basuki Hariman, pengusaha). Kami ada rencana main golf di Royale (Royale Jakarta Golf Club) dia (Patrialis) ingatkan kalau bisa Pak Basuki bisa gabung, ngobrol-ngobrol," jawabnya.

"Anda bilang anda arahkan 'Ahok'," tanya jaksa lagi.

"iya saya arahkan ke Pak Basuki Hariman untuk hadir," tukasnya.

Berikut transkrip percakapan antara Patrialis dengan Kamaludin;

Patrialis : Sekalian antum mau, Ahok, Ahok mau ngobrol enggak?
Kamaludin : Ana arahkan si Ahok, iye ye

Seperti diketahui, mantan Menteri Hukum dan HAM itu didakwa telah menerima suap dari Basuki Hariman, pengusaha yang bergerak di bidang importir daging sapi, beberapa tahap. Total uang yang diterima Patrialis mencapai USD 70.000.

Jaksa penuntut umum KPK pun menerapkan dakwaan alternatif terhadap Patrialis.

Pada dakwaan alternatif pertama, Patrialis didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf c Jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 Ayat 1 KUHP. Dakwaan tersebut mengatur tentang perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh hakim seperti Patrialis Akbar.

Sedangkan dakwaan alternatif kedua, jaksa mendakwanya dengan Pasal 11 Jo Pasal 18 Undang-Undang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 Ayat 1 KUHP.(MDK/NMn)

Hakim MK Patrialis Akbar Berikan Uang Dan Mobil Untuk Mendapatkan Anggita Putri



 NAHIMUNKARNEWS.COM — Patrialis Akbar Berikan Uang Dan Mobil Untuk Mendapatkan Anggita Putri. Sidang perkara penerimaan uang oleh mantan hakim konstitusi, Patrialis Akbar kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor,Jakarta Pusat, dengan agenda mendengar keterangan para saksi. Dari kesaksian tersebut terkuak Patrialis Akbar pernah memberikan sejumlah barang dan uang terhadap Anggita Ekaputri.

Pemberian tersebut berawal pada bulan September 2016, saat Patrialis mendaftar sebagai anggota di tempat Anggita bekerja. Saat itu, Anggita yang melayani pendaftaran keanggotaan Patrialis.

“Apakah saudara pernah menerima sesuatu dari terdakwa (Patrialis Akbar)?” tanya jaksa KPK, Lie Putra Setyawan kepada Anggita, Senin (24/7).

“Pernah. Pakaian, uang, dan mobil,” jawab Anggita.

“Pernah terima uang?” cecar jaksa lagi.

“Pernah. Tidak banyak, terakhir 500,”

“500 apa?” tanya jaksa.

“500 Dolar,” tandasnya.

Perempuan yang turut diamankan saat penangkapan Patrialis itu juga mengaku sempat diajak untuk melihat-lihat sebuah rumah di daerah Cibinong. Harga rumah tersebut berkisar antara Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar.

Sifat royal Patrialis pun tidak berhenti di situ, diakui Anggita, Patrialis juga sempat menawarkan sebuah apartemen. Namun hal tersebut belum sempat terealisasi. Di samping itu, perempuan berperawakan tinggi putih itu mengaku tidak ingin tinggal di apartemen.

“Pernah dijanjikan sesuatu yang bersangkutan?” tanya jaksa.

“Sempat ditawarkan saja,” tukasnya.

“Tawarkan apa?” tanya jaksa.

“Apartemen, tapi enggak ada pembahasan lagi karena akunya enggak mau tinggal di apartemen,” tandasnya.

Diketahui, Rabu (25/1) sekira pukul 21.30 WIB, mantan menteri hukum dan HAM itu diamankan KPK saat berada di pusat perbelanjaan kawasan Jakarta Pusat.

“Yang bersangkutan pada saat jam tersebut berada di pusat perbelanjaan Grand Indonesia,” ujar Basaria.

Penangkapan tersebut disinyalir atas penerimaan suap oleh Patrialis terkait permohonan uji materiil Undang-undang Nomor 41 tahun 2014. Dia diduga menerima hadiah total 70.000 USD dan SGD 200.000.

KPK juga mengamankan dokumen pembukuan perusahaan dan voucher pembelian mata uang asing dan draft putusan perkara dalam operasi tangkap tangan ini. Dari penangkapan tersebut, KPK juga mengamankan perempuan yang diketahui merupakan Anggita Ekaputri, dan kini menjadi saksi.(PP/NMn)