[VIDEO] Dialog Cak Nun dan Syiah : Seputar isu Sahabat dan Apa itu Syiah Rafidhoh



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Dialog Cak Nun dan Syiah: Seputar isu Sahabat dan Apa itu Syiah Rafidhoh. Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun menilai penolakan terhadap aliran Syiah di Indonesia semata karena masyarakat belum memahami perbedaan di antara keduanya. Cak Nun kemudian mengambil contoh sederhana.

Beberapa waktu yang lalu Cak Nun sempat berbicara dalam dialog publik yang digelar Senat Mahasiswa dan Rayon PMII Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya,
"Perbedaan Syiah dan Sunni itu sama juga dengan perbedaan antara pecel dan rawon," kata Emha ketika menjadi pembicara dialog publik "Haruskah Syiah Ditolak?"

Dengan pengandaian sederhana itu, Emha balik bertanya, apakah pecinta pecel harus mensesatkan pecinta rawon atau sebaliknya? Menurut dia, perbedaan ini sama halnya ketika Nabi selalu menggunakan pakaian yang tidak menutup mata kaki, kemudian mereka yang tidak menutup mata kaki harus dikafirkan.

Dalam kesempatan baru baru ini Emha pun sempat Berdialog santai dengan Ustad dari madzab Syiah, seperti yang dikatakan tak ada perbedaan dalam prinsip prinsip aqidah antara Syiah dan Ahlussunah, jika ada itu hanyalah masalah furuiyah. Silahkan Simak Video dialog antara Emha dan perwakilan dari madzab Syiah berikut ini..



Pada prinsipnya, kata Emha, masyarakat semestinya memahami terlebih dahulu perbedaan antara yang khilafiah dan iktilafiah. Khilafiah adalah perbedaan mendasar, misalnya, paham melarang salat, sedangkan iktilafiah merupakan perbedaan di tingkat yang lebih kecil, seperti Nahdlatul Ulama mengharuskan wirid seusai salat dibaca bersamaan antara imam dan makmum, sedangkan Muhammadiyah mengharuskan wirid dibaca sendiri-sendiri.

Anda pun bisa melihat dialog di sesi kedua dengan tema, "Apa itu Syiah Rafidhoh?" pada video dibawah ini.



"Kalau perbedaanya di tingkat iktilafiah harusnya tidak usah diperpanjang," kata Emha. Kalau pun perbedaan antara Syiah dan Sunni ada di tingkat iktilafiah, Emha menilai wajar jika terjadi gejolak. "Tapi harus dibatasi. Jangan lama-lama dan harus segera berdialog," ujarnya. Menurut Emha, munculnya Syiah di muka bumi disebabkan adanya pertentangan siapa pengganti Nabi Muhammad untuk menjadi khalifah.

Masyarakat Indonesia pada dasarnya sangat toleran. "Buktinya ada empat menteri agama di masa Majapahit," ujarnya.

Sunni atau Ahlussunah juga memiliki akar historis yang tidak bisa dipisahkan dengan Syiah. Dia mencontohkan Imam Malik dan Abu Hanifah, yang merupakan imam orang Sunni, berguru kepada Jakfar Shodiq yang merupakan imam orang Syiah. "Ada rangkaian keilmuan yang turun-temurun," kata dia.(NMn)

Presiden Jokowi Akhirnya Tandatangani Perppu Pembubaran HTI


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Presiden Joko Widodo bakal menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Penerbitan Perppu ini dilakukan mengingat pemerintah tidak bisa membubarkan HTI jika melalui UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

"Pembubaran ormas radikal Insya Allah besok, ini langsung ditandatangani, akan diumumkan (presiden)," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj,  usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.

Sebelumnya beberapa waktu lalu melalui Menkopolhukam Wiranto, pemerintah mengumumkan pembubaran HTI. Namun jalan terjal kalau mengacu UU Ormas. Sebab, harus melalui pengadilan terlebih dahulu.

Said mengatakan, Presiden Jokowi nantinya yang akan mengumumkan diterbitkannya Perppu pembubaran HTI. “Iya Perppu sudah ditandatangani Presiden. Besok akan dibacakan," katanya.

Apa isi perppu itu, dan apakah menyebut nama ormas HTI, Said Aqil mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya enggak nanya. Kalau kurang saya usul lagi nanti," kata Kyai Said.(VV/NMn)

DR Muhsin Labib : Hukum Allah Kapan Dan Bagaimana Diterapkan



HUKUM ALLAH

Oleh: Dr. @⁨Muhsin⁩, M.A.

Saya bermalam di rumah teman di sebuah desa yang cukup jauh dari kota Jember. Kasian namanya. Saat kami  berbincang ringan sambil minum kopi, angin mengirimkan suara ngqji Quran. Menurut teman saya, mengkhamatkan al-Quran merupakan tradisi umum bila seseorang wafat. Dia menyebutkan beberapa tujuan lain di balik khataman.

Saat asyik ngobrol, terdengar ayat "و من لم يحكم بما انزل الله فأولئك هم الكافرون" (Sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir).

Asmawi, sohibul bait yang cukup lama nyantri, melontarkan sebuah pertanyaan berat, "Bagaimana memaknai ayat itu? Bukankah ayat itu menegaskan bahwa hukum Allah wajib diterapkan?"

Ini bukan pertanyaan baru. Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan serupa. Tema "Hukum Allah" termasuk tema krusial dan sensitif karena kerap dikaitkan oleh sebagaian umat Islam dengan isu "negara Islam".

Mari kita bahas tema "negara Islam" dalam beberapa premis dan poin sebagai berikut:

1. Secara umum, kewajiban menerapkan hukum Allah adalah sesuatu yang tidak diingkari oleh setiap Muslim.

2. Setelah memastikan kewajiban tersebut, yang perlu diperjelas adalah bagaimana memastikan sesuatu sebagai hukum Allah dan lainnya sebagai hukum selain Allah. Faktanya, kelompok2 Islam berselisih tentang substansi dan definisi hukum Allah.

Artinya, sekadar meyakini wajibnya menerapkan hukum Allah tidak berarti bisa menerapkannya secara langsung.

3. Setelah menyepekati metode penentuan sesuatu sebagai hukum Allah  dan setelah mengandaikan setiap Muslim sepakat tentang metode khusus penentuan hukum Allah, maka yang perlu diperjelas adakah penafsiran tunggal tentang teks2 yang dianggap memuat hukum2 Allah supaya bisa diterapkan dan diberlakukan. Faktanya, tidak ada tafsir tunggal yang diterima oleh semua umat Islam kecuali beberapa hukum global seperti wajibnya shalat dan haramnya makan babi.

4. Setelah menyepakati penafsiran tunggal yang diterima oleh semua Muslim tentang hukumm Allah, yang perlu diperjelas adalah  kriteria-kriteria penafsir yang diterima oleh semua yang mengimani kewajiban menerapkannya. Faktanya, jumlah penafsir, yang kompeten dan yang ngawur, sangat banyak.

5. Setelah menerima penafsir tunggal tentang hukum Allah, yang perlu diperjelas adalah apakah semua termuat dalam al-Quran. Faktanya, al-Quran tidak memuat semua hukum Allah.

6. Setelah memastikan penafsiran tunggal al-Quran, yang perlu diperjelas apakah al-Quran menetapkan hukum rinci ataukah umum. Faktanya, sebagian besar hukum dalam ayat2 muhkam  bersifat umum dan tidak rinci.

7. Setelah memastikan bahwa hukum Allah tidak bisa dierapkan hanya dengan bahan ayat2 yang tidak spesifik dan rinci, yang harus diperjelas apakah Allah menurunkan hukum selain al-Quran atau tidak. Faktanya, hukum Allah tidak hanya diturunkan dalam al-Quran.

8. Bila disepakati bahwa Sunnah adalah wahyu kedua yang diturunkan atas Nabi SAW sebagai sumber hukum Allah, yang perlu diperjelas bagaimana menentukan sebuah teks sebagai Sunnah Nabi. Faktanya umat Islam mengaku mengikuti Sunnah Nabi namun berbeda dalam menentukan kriteria2 Sunnah Nabi SAW.

9. Bila ada hadis2 yang dianggap 'mutawatir' atau matan dan sanadnya diterima secara luas , maka yang perlu diperjelas cukupkah hadis2 mutawatir tersebut memuat hukum2 Allah yang tidak termuat dalam al-Quran dan hukum2 yang tidak dirincikan di dalamnya. Faktanya, umat Islam tidak bersepakat tentang jenis hadis2 mutawatir.

10. Bila dipastikan bahwa Sunnah dan hadis mutawatir sebagai wahyu yang memuat hukum2 Allah yang spesifik, maka yang perlu disepakati adalah kriteria2 "mutawatir". Faktanya setiap kelompok berlomba menetapkan kriteria2 mutawatir secara berbeda.

11. Bila dipastikan sejumlan hadis sebagai mutawatir sebagai dasar penetapan (penyimpulan) para ulama, maka yang perlu disepekati adalah kriteria-kriteria ulama yang diterima sebagai penyimpul hukum Allah.  Faktanya, tak ada kriteria2 khusus dan ketat yang disepakati tentang identitas ulama oleh seluruh umat yang telah mengimani kewajiban menerapkan hukum Allah.

12. Anggaplah semua hadis mutawatir disepakati oleh umat Islam, yang perlu dipertanyakan apakah semua teks hadis tentang hukum tergolong mutawatir ataukah tidak. Faktanya, perbedaan terbesar antara Sunni dan Syiah bahkan intra mazhab2 Sunni berkisar seputar hukum alias fikih.

13. Anggaplah semua mazhab sepakat tentang hukum2 dalam hadis (melalui fusi atau apapun), yang perlu dipertanyakan apakah "penerapan" hukum Allah itu berlaku atas Muslim semata ataukah Muslim dan non Muslim. Faktanya, non Muslim tidak meyakininya sebagai hukum Allah.

14. Anggaplah penerapan hukum Allah berlaku atas Muslim semata, maka yang perlu dipertanyakan apakah pemberlakuannya  bersifat personal/individual atau interpersonal/sosial. Faktanya, tidak semua individu sepakat tentang keberlakuannya secara sosial.

15. Anggaplah hukum Allah berlaku atas Muslim dan non Muslim, maka yang perlu dipertanyakan apa dasar hukum pemberlakuannya atas individu yang tidak menganggapnya sebagai hukum Allah. Faktanya, penerapkan hukum yang diyakini sebagai hukum Allah atas muslim dan non Muslim menimbulkan resistensi karena hal itu meniscayakan pemaksaan.

16. Anggaplah hukum Allah itu berlaku atas Muslim dan non Muslim, setuju atau tidak, maka yang perlu dipertanyakan  siapakah sosok yang bisa diterima sebagai  penegak dan pemberlaku hukum Allah atas semua individu. Faktanya, umat Islam tidak pernah bersepakat tentang figur unggul sebagai pemegang otoritas pemberlaku hukum Allah, bahkan sebagian menafikan kriteria keunggulan dan kesucian selain Nabi SAW.

Kesimpulan:
Selama tidak ada otoritas yang disepakati dan selama setiap individu tidak menerima figur otoritatif sebagai pemberlaku hukum Allah dan sebagai pemegang otoritas vertikalNya, maka hukum Allah berlaku secara personal bagi setiap pribadi yang meyakininya dengan metode pilihannya masing-masing. Setiap individu berkewajiban menerapkan hukum Allah alias agama yang diyakininya dan tidak berhak memberlakukannya secara represif atas pribadi lain.

Tak terasa obrolan santai di rumah yang teduh  itu berlangsung lama. Diskusi baru berhenti setelah kedatangan teman virtual yang mau bersilaturahmi di darat. Semoga bermanfaat.

Kami Peringatkan Bahaya ISIS Sejak Lama, Dan Masyarakat Terlambat Menyadarinya



NDESOMU KAPAN SEMBUH?
(Kami Memperingatkan Bahaya ISIS Sejak Lama, Dan Masyarakat Terlambat Menyadarinya)

Masih teringat sejak 2012 saya bersama beberapa kawan sudah keras memperingatkan tentang bahaya ISIL (Islamic State of Iraq and Levant) sebelum mereka bertransformasi menjadi ISIS yang dikenal masyarakat sekarang.

Saya masih ingat bagaimana 3 atau 4 tahun lalu sempat membuat tulisan tentang bahaya ISIS dan ancaman globalnya karena hanya dalam waktu 1 tahun mereka bisa mengumpulkan militan yang jumlahnya menyamai yang dimiliki Al-Qaeda dalam 10 tahun.

Masih teringat bagaimana 3 tahun lalu ratusan simpatisan mereka di Jakarta bisa mengadakan aksi "We are All ISIS" di bundaran HI dan bahkan mendapat kawalan aparat. Saya ingat saat itu bahaya ISIS belum masif diberitakan & diketahui masyarakat. Banyak status-status bersliweran yang memuji & memuja ISIS.

Bahkan Abu Jibril bersama arrahmahdotcom nya memuja kelompok ini sebelum akhirnya ISIS dan Jabhat Nushrah (afiliasi Abu Jibril) saling penggal dan si bangkotan ini malah mempropagandakan ISIS adalah ciptaan Syi'ah dan rezim Assad.

Saat itu saya sudah mengutuk mereka dan memperingatkan akan bahaya mereka. Saat itu saya dicaci beberapa kawan yang mengatakan saya munafiq yang anti terhadap "Panji-panji Hitam Al Mahdi" yang dijanjikan Allah.

Seiring waktu mereka terdiam, ISIS sudah tanpa malu memamerkan video-video penyembelihan manusia, Hillary Clinton mengakui membiayai para Wahabi Al-Qaeda yang jadi cikal bakal ISIS, dan belakangan Trump menyebut Hillary & Obama sebagai 'Founder & co-founder of ISIS'.

Mereka bimbang, apakah ini Panji-panji Hitam yang dijanjikan Rasulullah?

Sampai hari ini saya masih konsisten mengutuk ISIS dan mereka hanya terdiam. Malu? Dimana malumu dulu saat menyebut ISIS sebagai "Ashabur Rayati Suud" yang dijanjikan?

Dimana dulu sebutan munafiqmu pada saya? Sebenarnya yang munafiq itu siapa, saya yang konsisten sejak dulu, atau kalian yang seperti bunglon yang mulai keder setelah Panglima TNI berkata "Bila ISIS berani masuk akan kami tebas!"

Masih ingat bagaimana sejak awal konflik Suriah saya memperingatkan bahwa Jabhat Nushrah, FSA dll adalah para proxy Israel dan USA disaat begitu banyak masyarakat yang tertipu para begundal berjubah agama yang menggalang donasi berkedok #DeritaSuriah, #SaveAleppo dll untuk mendukung teroris yang saya peringatkan itu.

Sekarang dimana kata-kata saya yang tidak terbukti? Dan hari ini saya peringatkan kalian atas bahaya HTI, FPI, FUI, ANNAS dan MMI bagi NKRI. Kalau Anda masih memilih bodoh itu bukan urusan saya. Paling saya cuma akan bertanya "Ndesomu kapan sembuh?"

Penulis:  Ahmed Zain Oul Mottaqin

[VIDEO] Fahri hamzah Anggap Kasus korupsi e-KTP itu Khayalan



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Fahri hamzah Anggap Kasus korupsi e-KTP khayalan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai kasus e-KTP tidak ada hasilnya. Sebab, kasus tersebut hanyalah permainan Mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin, Penyidik KPK Novel Baswedan dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Fahri menyebut Agus terlibat dalam kasus e-KTP.

"Sudahlah percaya saya, kasus e-KTP itu omong kosong enggak ada hasilnya, itu permainan-nya Nazarudin, sama Novel sama Agus Rahardjo. Itu Agus Rahardjo terlibat e-KTP, percaya deh, bohong itu," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Lihat videonya :



Fahri meminta semua pihak tidak mencurigai pembentukan panitia khusus (Pansus) Angket KPK terkait kasus e-KTP.

Menurut Fahri, persoalan kasus e-KTP sudah selesai. "Masa ada rugi Rp 2,3 triliun, darimana ruginya, siapa yang ngomong itu rugi."(Tr/NMn)

Pelapor Kaesang Adalah Tersangka Pengedit Foto Jokowi dan Ujaran kebencian


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Pelapor Kaesang adalah Tersangka Pengedit Foto Jokowi dan Ujaran Kebencian. Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Hero Henriato Bachtiar mengatakan pelapor akun Youtube Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat adalah seorang tersangka.

Muhammad Hidayat, jelasnya, merupakan tersangka ujaran kebencian yang saat ini sedang ditangani Polda Metro Jaya.

"Pelapor akun Kaesang ini memang sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro atas dugaan ujaran kebencian juga," kata Hero di Kantor Polresta Bekasi, Rabu (5/7/2017)

Saat ini, jelas Hero, kasus Muhammad Hidayat masih terus dalam pengembangan Polda Metro Jaya dan sedang ditangguhkan sementara waktu.

"Masih berjalan terus. Dia terkena pasal ujaran kebencian pada aksi 411 lalu, karena mengolok-olok anggota polri," kata dia.

Meski begitu, pihaknya akan tetap memproses laporan dengan terlapor atas nama Kaesang.

Kaesang dipolisikan karena mengunggah video dengan ucapan,"Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, tidak mau mengingatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ndeso".

Kalimat ini yang dipermasalahkan

Seorang pria berinisial MH melaporkan seorang bernama Kaesang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi.

Kaesang yang dimaksud diduga adalah putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

Kaesang dituding melakukan penodaan agama serta menyebarkan ujaran kebencian melalui video yang diunggah ke akun Youtube.

Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan mengatakan, kalimat Kaesang pada videonya yang dilaporkan MH, yakni 'dasar ndeso'.

"Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, 'ndeso'. Begitulah kira-kira," ujar Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017.

Dalam video berdurasi 2 menit 41 detik itu, awalnya Kaesang menyinggung soal ada oknum yang sukanya meminta-minta proyek pemerintah.

Setelah itu, Kaesang juga menyinggung soal pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

"Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja.... (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak "bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga").

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar Ndeso. Ini ajarannya siapa coba? dasar Ndeso.

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar Ndeso.

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong".

Iriawan mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut.

"(Laporannya) di Polres Bekasi Kota. saya akan perintahkan Kapolresnya untuk segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut," ujar Iriawan.(Trib/NMn)

[VIDEO] Orang luar lecehkan Masjid Marah, Aa Gym Lecehkan dan menistakan Masjid Pura pura Tidak tahu


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Orang luar lecehkan Masjid Marah, Aa Gym Lecehkan dan menistakan Masjid Pura pura Tidak tahu. Ketika orang luar menjadikan tempat yang diduga sebuah masjid sebagai tempat bermain olahraga Badminton umat islam bumi datar begitu heboh. Segala bentuk cibiran dan caci maki keluar dalam bentuk komentar dalam foto yang diunggah. Sasarannya lagi-lagi non muslim yang dituduh melecehkan dan menghina Islam.

Tapi anehnya mereka diam dan pura-pura tidak tahu ketika artis Religi Abdullah Gymnastiar atau AA Gym Bermain olahraga Panahan didalam Masjid.

Beberapa hari yang lalu sempat heboh video AA Gym yang menggunakan masjid untuk tempat bermain dan latihan memanah. Video tersebut sangat kontroversi sehingga banyak netizen yang mencibir dan mengecam kelakuan tak pantas tersebut.

Lihat ini Videonya -

Dan berikut Beberapa komentar yang sempat dilontarkan netizen

@Rahman: video ini dari sumber yang terpercaya, sang kepala agama bermain panah di masjid.apakah dia menista jika seperti ini?

@Habibah: Enak ya pak yai mesjid diinjak-injak buat main panah-panahan, Habis itu minta maaf. 


AA Gym pun secara terbuka menanggapi hal ini dengan meminta maaf kepada seluruh umat islam karena telah lalai.
"Tidak ada manusia yang sempurna, seorang ustad pun pasti bisa salah. Saya AA Gym mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim. Saya tidak ada niat kotor, saya hanya bermain panah untuk mengisi waktu luang saya. Allah saja maha pemaaf, apalagi saudara muslim semua pasti mau memaafkan kecerobohan saya ini," kata AA Gym.

Banyak pihak menyayangkan, sungguh tidak adil negeri indonesia, seseorang yang salah berbicara malah dianggap menistakan agama, sedangkan ustad malah berlatih panah di masjid.

masjid adalah tempat beribadah yang suci,untuk umat muslim tapi dipakai untuk berlatih olahraga panahan. Pertanyaannya apakah mereka mau memaafkan jika umat non muslim yang dituduh menghina islam tersebut telah meminta maaf?? (NMn)

[VIDEO] WNI Yang Gabung ISIS Dulu Bakar Paspornya, Kini Merengek Minta Pulang Ke Indonesia



NAHIMUNKARNEWS.COM -- WNI yang sebelumnya pernah membakar Paspor saat bergabung di wilayah ISIS dan kini telah berada di kamp pengungsi Suriah, Ain Issa, selama tiga minggu ini, kembali merengek minta ingin pulang ke Indonesia. Mereka mengaku tertipu  kelompok teroris militan itu serta ingin segera pulang.

Salah seorang pengungsi bernama Dilfansyah mengatakan lima laki-laki yang pergi bersama mereka saat ini berada di penjara Kobane, Suriah. Dia tak merinci lebih lanjut.

Namun seorang petugas dari kelompok pegiat hak asasi Human Rights Watch yang berada di kamp itu, Ole Solvang, mengatakan pemerintah Suriah biasanya memang menahan atau memenjara mereka yang keluar dari wilayah ISIS.

Kondisi mereka 'Sakit-sakitan, kami ingin kembali ke Indonesia'. Lihat videonya saat para militan ISIS asal Indonesia ini membakar Paspornya dan berjanji tidak ingin lagi pulang ke Indonesia.



Ia mengaku "Laki-laki (yang bersama kami) tak ada yang pernah berperang bersama Daesh (Daulat Islmaiyah/ISIS). Tak ada sama sekali. Kami semua benci sama mereka dan kami tertipu oleh mereka. Kami ingin ke luar dari Daesh lebih dari setahun lalu, namun baru bisa menemukan jalan ke luar sekarang."(NMn)



[VIDEO] Ahlul Bait Indonesia : Muslim Syiah Dan Kewajiban Bela Negara



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Ketua Dewan Syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI) perwakilan Jatim Muhammad Abdillah Baabud menyatakan dan mengajak untuk bersama sama mendukung program pemerintah dalam upaya bela negara dalam bingkai NKRI, PANCASILA dan UUD 45.

Ia menjelaskan, “Wajib bagi seorang Muslim untuk membela negaranya.” hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan perwakilan ABI seluruh Indonesia serta disaksikan oleh pihak dari perwakilan pemerintah dan ormas Islam lainnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Ustad Abdillah ini mengatakan bahwa Pengikut Syiah di Indonesia harus berperan aktif dan ikut menjaga negara kesatuan Republik Indonesia dari anasir yang ingin merongrong kedaulatan bangsa.

Silahkan Simak Video ceramah dari Ustad Abdillah Baabud dibawah ini.




[VIDEO] Catatan dari Mosul: suasana Kota Mosul Irak Pasca Terusirnya ISIS



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Catatan dari Mosul, 16 Juni 2017. Sore ini saya baru kembali kembali dari Mosul setelah melakukan misi di satu daerah di Mosul yang bernama 17 July, di Mosul Barat.

17 July adalah daerah yang baru saja direbut kembali dari kontrol Islamic State (IS) sejak sekitar 2 minggu yang lalu. Sama dengan daerah-daerah lain di Mosul barat, kehancuran bangunan dan fasilitas publik di daerah ini mencapai hampir 90%.

Tiap jalan utama dan gang-gang sempit memiliki pemandangan yang sama: kotor, sampah beterbaran dimana-mana, rongsokan mobil yang terbakar atau penuh dengan lubang peluru ada dimana-mana.17 July adalah pusat ISIS di Mosul barat. Di daerah ini, hampir 100% penduduknya adalah pendukung ISIS. Ini berarti, orang-orang yang tadi saya temui, saya ajak bicara, bahkan saling bertukar rokok - saya punya banyak stok rokok Sampoerna yang dibawa dari Indonesia sebagai bagian dari "cigarette diplomacy" - kemungkinannya adalah pendukung ISIS.

Kehidupan mereka sangat menderita baik di saat ISIS masih menguasai daerah ini, maupun saat sekarang. Ini bukti bahwa pendukung ISIS pun tidak hidup enak dibawah kontrol ISIS, dan tentu mereka pun menderita pasca ISIS diusir dari daerahnya.

Saya sempat bertanya pada komandan Polisi Federal yang menguasai sektor timur di Mosul barat ini; "Komandan, apakah selama operasi merebut kembali Mosul ini pernah bertemu dengan anggota ISIS yang berasal dari Indonesia?". Dia menjawab: "Sampai dengan saat ini belum pernah, tetapi kemungkinan masih banyak milisi asing pendukung ISIS di Kota Tua Mosul, dan mungkin saja ada yang dari Indonesia".

Misi hari ini dibumbui dengan beberapa bom mobil yang cukup besar dan juga serangan roket dari Pesawat - pesawat tentara koalisi yang bisa dilihat di video dibawah ini.

Lihat videonya :



Satu yang yang menarik dari misi hari ini ke 17 July adalah betapa saling curiganya antara satu orang dengan orang yang lain di sana. ISIS menciptakan anarki di Mosul sehingga untuk bertahan hidup, orang dipaksa untuk bermuka dua dan kalau terpaksa, bisa saling membunuh satu dengan yang lain. Tidak ada toleransi,tidak ada saling percaya, tidak ada saling mendukung.

ISIS masuk ke Mosul karena masyarakat disana membiarkan organisasi dengan ideologi radikal sesat itu masuk. Mereka terpengaruh janji-janji surga di bumi yang dikumandangkan ISIS berbalutkan ajaran agama.

Ternyata hidup di dalam kekhilafahan dibawah ISIS itu bukan surga tetapi neraka, dan panasnya neraka itu masih terasa bahkan saat ISIS sudah hancur lebur dipukul mundur.

Bagaimana dengan Indonesia? Jangan sampai kita tergiur janji-janji organisasi radikal berbalutkan agama yang menjanjikan surga di dunia, padahal yang terjadi adalah neraka yang berkepanjangan.

Salam dari Mosul, Iraq
Catatan : Alto Luger

[VIDEO] Pelaku penusukan Dua anggota Brimob yang sedang sholat akhirnya ditembak mati



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Pelaku penusukan Dua anggota Brimob yang sedang sholat akhirnya ditembak mati. Dua anggota Brimob, AKP Dede dan Briptu Syaiful, ditusuk usai salat Isya di masjid di dekat Mabes Polri. Pelaku kini telah ditembak mati.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, lokasi penusukan di Masjid Falatehan, di samping Lapangan Bhayangkara Mabes Polri.

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Mulyadi warga Cikarang Timur akhirnya ditembak mati polisi  dan tewas di tempat. Jasad pelaku dibawa ke RS Polri Kramatdjati.

Lihat videonya :


Berikut kronologi penusukan tersebut berdasarkan keterangan Brigjen Rikwanto, Jumat (30/6/2017):

AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B salat Isya di Masjid Falatehan, di dekat Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan. Keduanya merupakan anggota Brimob.

Salat berjamaah tak hanya diikuti anggota Polisi, tapi juga masyarakat umum. Pelaku berdiri di saf tiga belakang sebelah kanan.

Usai salat, jemaah bersalaman. Pelaku ikut bersalaman. Begitu dekat dengan para korban, pelaku langsung mengeluarkan sangkur dan secara acak berteriak 'kafir kafir'.

Dua anggota Brimob mengalami luka di bagian wajah dan leher. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan di RS Pertamina.

Usai melukai kedua korban, pelaku melarikan diri ke arah Blok M Square. Namun, pelaku langsung dikejar oleh petugas Brimob lain yang berada tak jauh di lokasi.

Anggota Brimob yang melakukan pengejaran mengeluarkan tembakan peringatan. Hanya saja pelaku tidak mau menyerah dan balik mengancam akan menyerang dengan sangkur.

Pelaku akhirnya ditembak dan tewas di tempat. Jasad pelaku dibawa ke RS Polri Kramatjati.(DT/NMn)

Dua Anggota Brimob Mabes Polri Ditusuk Pria Tak Dikenal Saat Sholat di Dalam Masjid


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Aksi Teror kembali terjadi di lingkungan Mabes Polri. Dua anggota Brimob ditusuk seorang pria tak dikenal di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat, 30 Juni 2017. Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengtakan peristiwa tersebut terjadi setelah korban selesai salat Isya. "Pelaku yang juga ikut salat tiba-tiba berteriak dan menikam dua anggota yang berada di sebelahnya," kata Rikwanto saat dikonfirmasi, Jumat, 30 Juni 2017.

Setelah menikam dua anggota Brimob tersebut, pelaku mengancam jemaah yang lain menggunakan pisau. Dia kemudian berlari ke arah Terminal Blok M. "Sempat diberi tembakan peringatan tapi pelaku malah menantang sehingga terpaksa dilumpuhkan," katanya.

Saat ini kedua korban penusukan dirawat di Rs Pusat Pertamina. Mereka adalah Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar. Sementara pelaku diduga tewas di tempat.(TEM/NMn) 

Ini Kata Mantan Teroris, Ada Janji Bertemu Bidadari Surga di Balik Aksi Teror



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Ini Kata Mantan Teroris, Ada Janji Bertemu Bidadari Surga di Balik Aksi Teror. Ustaz Khairul Ghazali, mantan teroris yang pernah ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menyebut masih banyak anak-anak muda di Sumatera Utara, khususnya Medan, antre untuk aksi teror.

Hal ini disampaikan Ghazali berdasarkan pengalaman dirinya selama ikut menjadi anggota teroris.

"Jaringan ISIS di Indonesia ini sudah hadir sejak 2014. Mereka merekrut ikhwan-ikhwan muda untuk melakukan aksi jihad dengan doktrin akan masuk surga," kata Ghazali berbincang terkait serangan teror di Polda Sumut yang menewaskan anggota Polri, Kamis (29/6/2017).

Pengasuh Pesantren Al Hidayah ini mengatakan, konsep yang ditanamkan dalam diri 'pengantin' bom adalah iming-iming masuk surga.

Dalam doktrin teroris, bagi siapa saja yang berjihad melakukan penyerangan akan bertemu dengan 72 bidadari yang ada di surga.

"Konsep inilah yang ditanamkan para perekrut kepada calon teroris. Kemudian, dalam doktrinnya, perekrut mengajarkan bahwa bagi siapa saja yang mati dalam keadaan berjihad, dosanya akan diampuni dan kembali bersih seperti bayi yang baru lahir," ungkap Ghazali.

Dalam perbincangan santai itu, Ghazali yang mengenakan gamis dan peci putih mengatakan, pola penyerangan teroris di Medan tidak ada yang berubah.

Meski penyerangan Polda Sumut kemarin hanya menggunakan pisau, kata Ghazali, bagi teroris itu suatu keberhasilan.

"Dalam konsep jihad, berjuang itu menjadi suatu keharusan. Meski dengan pisau, mereka akan tetap melakukan penyerangan," kata Ghazali.

Ia mengatakan, terduga teroris yang masih hidup yakni Syawaluddin Pakpahan diketahui memang pernah berangkat ke Suriah pada 2013 silam.

Setelah kembali dari negara yang kini diduduki ISIS tersebut, keyakinan Syawaluddin untuk melakukan aksi teror sudah mantap.

"Kembali dari sana, persiapannya sudah mantap. Sehingga, ketika pada momen-momen tertentu, mereka akan beraksi seperti lebaran kemarin," ungkap Ghazali.(TN/NMn)


Teroris ISIS Filipina Paksa Tawanan Wanita Untuk Menjadi Budak Seks



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Teroris ISIS Filipina Paksa Tawanan Wanita Untuk Menjadi Budak seks. Warga sipil yang disandera oleh kelompok teroris ISIS di Marawi telah dipaksa untuk menjarah rumah dan mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah, sedangkan kaum perempuan dipaksa untuk menjadi budak seks yang melayani para teroris.

Keterangan itu disampaikan pihak militer Filipina, berdasarkan pengakuan tujuh warga yang baru berhasil lolos dari penyanderaan di kota dengan penduduk Muslim terbesar di Filipina itu.

Menurut Jurubicara Militer Filipina Jo-Ar Herrera, yang berbicara dalam sebuah konferensi pers, Selasa (27/6/2017), para sandera pun dipaksa untuk memeluk agama Islam.

Sejumlah sandera ditugasi untuk membawa para teroris yang terluka ke masjid.

Selain itu, sandera perempuan dipaksa menikah dengan anggota kelompok Maute yang merupakan gerombolan teroris yang mengaku setia kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

"Inilah yang terjadi di dalam, ini sangat jelas," kata Jo-Ar Herrera seperti dikutip kantor berita Reuters.

Baca juga: [VIDEO] Aktivitas Jual Beli Budak Seks yang dilakukan ISIS

Beberapa warga yang berhasil lolos dari maut juga mengatakan, mayat penduduk dibiarkan tergeletak di jalan selama berhari-hari.

Sementara, warga sipil terus menjadi perisai hidup bagi para teroris, saat mereka dibombardir oleh serangan udara dan artileri yang kini telah menghancurkan Marawi.

Kemampuan tempur para teroris, akses terhadap senjata berat, dan penggunaan pejuang asing telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pertempuran Marawi menjadi awal kampanye yang lebih luas.

Presiden Rodrigo Duterte, yang muncul kembali di depan publik setelah absen selama seminggu, mengatakan, dia sangat sedih atas krisis tersebut dan berjanji Marawi akan dibangun kembali.

Duterte juga mengaku mempunyai sepupu yang menjadi anggota Maute, yang salah satunya telah terbunuh.

Duterte meyakini keputusan untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao dapat dibenarkan, karena dia tahu persis apa yang akan dilakukan oleh para ekstrimis itu.

"Saya tahu penempatan sniper dan di mana mereka menyembunyikan senjata api mereka," kata Duterte dalam sebuah pidato.

"Saya sudah memiliki gambaran yang lengkap, dan saya tahu itu akan menjadi pertarungan yang panjang," sambungnya.

Duterte mengatakan, dia mengerti mengapa separatis Muslim telah melawan Pemerintah, namun tidak dapat dapat memahami doktrin radikal yang mereka jalankan.(Re/NMn)

Beredar Selebaran ISIS Yang Ancam Jadikan Indonesia Seperti Filipina



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Beredar Selebaran ISIS yang mengancam akan menjadikan Indonesia seperti Filipina. Tidak main-main, selebaran tersebut dikabarkan disebar dengan cara menyelipkannya ke kaca mobil dinas aparat kepolisian.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengakui adanya penyebaran selebaran teror di mobil polisi Serang, Banten tersebut.

"Iya, ada itu, benar. Kami tetap waspada dan siap mengantisipasi setiap kemungkinan dari ancaman ini,” tutur Setyo, Selasa.

Ia juga mengungkapkan, pelaku penyebaran selebaran tersebut terekam dalam kamera pengawas atau CCTV.

”Pelakunya terekam kamera pengawas, ini kami tengah mengejarnya,” ungkap Setyo.

Dalam selebaran ISIS yang viral di media sosial, tampak tertulis menggunakan bahasa Arab dan Indonesia.

Tulisan pada selebaran itu menginformasikan bahwa mereka—si penyebar—sudah berbaiat kepada Khalifah Abu Bakr Al-Baghdadi, dedengkot ISIS.

Selain itu, selebaran itu juga menjelaskan prinsip pergerakan mereka dan meminta setiap polisi waspada. Sebab, setelah menduduki Kota Marawi, Filipina, mereka berjanji membuat huru-hara di Indonesia.

"Jadilah Negara Islam. Kami bukan anti NKRI tapi kami jijik terhadap berhala yang disebut demokrasi. Siapkan dirimu polisi thogut, kami akan datang. Setelah Marawi, Filipina selanjutnya adalah Indonesia.”(SC/NMn)