Ketua ICMI Prof Jimly Asshiddiqie: Dukung Kepemimpinan Presiden Jokowi Dua Periode



Nahimunkarnews.com — Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia menyatakan mendukung Joko Widodo untuk menjabat presiden RI selama dua periode.

"Dengan tetap senantiasa berpikir kritis, tidak perlu dan tidak boleh ragu lagi untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo selama sepuluh tahun," ujar Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (8/12/2017).

"Bukan untuk kepentingan orang per orang, melainkan semata-mata untuk kemajuan bangsa dalam jangka panjang," lanjut dia.

ICMI berpendapat, pembangunan sebuah negara memerlukan proses yang panjang, tidak cukup hanya lima tahun.

Pola kepemimpinan pemerintah di Indonesia sendiri hanya memungkinkan seorang presiden menjabat lima tahun dengan maksimal dua periode.

Oleh sebab itu, kata Jimly, tak ada salahnya memberikan kesempatan bagi sebuah pemerintahan untuk meneruskan pembangunan hingga dua periode.

"Meskipun pola kepemimpinan dalam sistem demokrasi yang kita bangun ini bersifat lima tahunan, kita perlu memberikan tekanan kepada pentingnya kesinambungan, ya," ujar Jimly.

Oleh sebab itu, ICMI menekankan pentingnya stabilitas dalam negeri agar pemerintah dapat melanjutkan pembangunan dengan baik.

"Diperlukan pemerintahan yang stabil pada setiap sepuluh tahun dengan kepemimpinan yang sungguh-sungguh bekerja nyata untuk rakyat, bersikap konsisten," ujar Jimly.[Kom/NMn]


Negara Negara Tergabung OKI Sepakat Yerusalem Sebagai Ibukota Palestina



Nahimunkarnews.com – Puluhan pemimpin dunia Islam berkumpul di Istanbul, Turki, Rabu (13/12), sebagai tanggapan atas keputusan presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Hasilnya, Negara-negara OKI dalam konferensi luar biasa di Istanbul mengakui Yerusalem timur sebagai ibukota negara Palestina Merdeka. Palestina sekarang menolak peran AS dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Di hadapan delegasi dari puluhan Negara berpenduduk mayoritas Muslim dunia, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa “mulai sekarang” Palestina tidak akan menerima Amerika Serikat berperan lagi dalam proses perdamaian.

Abbas menyebut keputusan Donald Trump sebagai “kejahatan” yang mengancam perdamaian dunia. Dia juga menegaskan, tidak akan ada perdamaian di kawasan jika dunia tidak mengakui Yerusalem timur sebagai ibukota Negara Palestina.

Sedangkan, Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan dalam pidato sambutannya, status Yerusalem adalah “garis merah” bagi kaum Muslim dalam konflik Israel-Palestina. Dia menegaskan, Yerusalem timur adalah ibukota Negara Palestina Merdeka yang akan dibentuk. Dia sekaligus menyerukan kepada 57 anggota OKI agar mengakui Negara Palestina dan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.

Israel memandang Yerusalem sebagai ibukotanya sejak negara itu didirikan tahun 1948. Namun saat itu Yerusalem berada di bawah administrasi PBB, dan terpecah dua menjadi kawasan Kristen dan Yahudi di barat dan kawasan Arab di Timur. Dalam perang enam hari tahun 1967, Israel merebut sektor timur dan mendudukinya. Namun aneksasi itu tidak mendapat pengakuan internasional. Di bawah konsensus internasional yang sudah berlangsung lama, nasib kota Yerusalem akan ditentukan dalam sebuah negosiasi perdamaian.

Palestina mengklaim Yerusalem bagian timur sebagai ibu kota negara Palestina Merdeka yang akan didirikan. Sekitar 200.000 warga Palestina tinggal di Yerusalem timur. Palestina mengklaim adanya hubungan budaya, sejarah dan agama yang antara masyarakat dengan kota Yerusalem. [MS/NMn]

Bukan salah Trump jika mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Bukan salah Trump jika mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

Rasulullah bersabda :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
 “Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya. “
Salah seorang sahabat berkata; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?”
Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn. “
Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu? Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati. “
(HR Abu Daud no. 4297, Ahmad 5/278, Abu Nu’aim dalam At Hilyah l /182 dengan dua jalan dan dengan keduanya hadits ini menjadi shohih)


Sejak tahun 1954, Amerika sudah merencanakan untuk memindahkan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem, dan itu sudah menjadi keputusan parlemen Amerika.  Setiap presiden yang berkuasa punya kewajiban untuk melaksanakan rencana tersebut, namun tidak semuanya ‘berani’ dan mau melaksanakan keputusan parlemen Amerika tersbut. Hanya Trump yang ‘berani’ melaksanakan keputusan tersebut,

Hari ini rencana itu terealisasi karena Trump tahu, posisi negara muslim hari ini sedang dalam kondisi lemah. Perang saudara terjadi hampir di semua negara timur tengah yang mayoritas muslim. Praktis negara timur tengah tidak punya kekuatan.

Kekuatan umat Islam sebenarnya terpusat pada 2 poros, yaitu poros Saudi dan Iran. Poros Saudi dengan Wahabinya merangkul Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman dan Qatar. Sementara poros Iran degan Syiahnya menjadi kiblat dari Libanon, Yaman dan Iraq.

Langkah awal yang dilakukan AS adalah merangkul Saudi dengan sekutunya yang dianggap lebih mudah dikendalikan. Amerika menggunakan strategi memecah belah 2 poros tersebut. Target awal adalah Iran dengan syiahnya. Amerika menggunakan tangan Saudi untuk memukul Iran dan syiahnya. Terbukti Saudi dan wahabinya membangun propaganda dalam bentuk pengkafiran terhadap syiah. Baik propaganda dalam bentuk buku maupun bantuan untuk lembaga dengan tujuan mengkafirkan Iran dan syiahnya..

Yang terjadi, Amerika berhasil merusak poros Iran. Mulai dari konflik di Iraq, Libanon dan berlanjut ke Yaman. Praktis, poros Saudi berada di atas angin, dan negara poros Iran bergelimpangan dilanda konflik yang tiada henti.

Sebenarnya ada poros ke-3 yang jauh dari wilayah konflik, yaitu Mesir, Turki dan bahkan Indonesia. Mereka yang diharapkan mampu menjadi pemersatu berbagai negara muslim. Namun poros ke-3 ini tidak lepas dari strategi pecah belah Amerika. Mesir dilanda konflik politik yang 2 tahun belakangan belum berhenti. Turki pun sempat digoncang kudeta yang tidak berhasil. Bahkan Indonesia juga diobok-obok oleh upaya pecah belah, konflik berbau agama akhir-akhir ini semakin merebak.

Trump tahu, kekuatan dunia Islam sekarang terpecah menjadi kecil-kecil, nyaris tidak memiliki daya apapun. Akhirnya Trump berani memindahkan ibu kota Israel ke Yerussalem. Trump yakin, negara Muslim tidak punya kekuatan.

Jika hari ini kita ingin melawan Trump dan Israel, maka tidak ada jalan lain kecuali BERSATU. Jangan salahkan Trump, tapi kita yang salah, karena kita TIDAK BERSATU. Jadikan momen ini sebagai media untuk BERSATU. Selamat Bersatu.

Surabaya,
13 Desember 2017

Penulis: Amrozi Hudaya, "Pemerhati Qur'an Wahid Hasyim dan pengurus NU Menur"

Dana PAUD Capai 68 Milyar Anis Tunjuk Istrinya Jadi Bunda PAUD

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menunjuk Fery Farhati, selaku istrinya, sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) DKI Jakarta.


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Dana PAUD Capai 68 Milyar  Anis Tunjuk Istrinya Jadi  Bunda PAUD. Pasangan memperlihatkan sikap romantis saat pengukuhan di halaman parkir Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017).

Berdasarkan pemantauan, dari atas panggung, Anies menyematkan selempang kepada Fery. Lalu, Fery menyambut penyematan selempang dengan mencium tangan suaminya.

Lantas, Anies menggapai tangan istri dan berbalik mencium tangan istri di depan para tamu undangan. Para tamu undangan bersorak-sorai melihat sikap romantis pasutri itu.

"Selamat bekerja buat bunda PAUD, Insya Allah Jakarta jadi ladang pahala bagi semuanya," kata Anies, Kamis (16/11/2017).

Menurut dia, hanya Indonesia yang memiliki Bunda PAUD. Oleh karena itu, dia meminta kepada jajarannya untuk bekerja secara maksimal memberikan pendidikan kepada anak-anak.

"Saya ucapkan selamat pengurus forum lembaga dan gebyar PAUD yang hari ini kita luncurkan. Insya Allah berimplikasi besar," tambahnya.

Tahun 2018, DKI Kucurkan Anggaran Rp 68 Miliar untuk PAUD

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengapresiasi rencana pemerintah daerah untuk menganggarkan dana bagi PAUD yang ada di wilayah DKI Jakarta. Hal ini diungkapkannya di sela acara Gerak Jalan Sehat Berkreasi Pahlawan Generasi Emas Pendidik PAUD Se-DKI, di Monas, Minggu (19/11/2017).
Sebagai bentuk konkret, DPRD pun mendukung alokasi dana Rp 68 miliar untuk PAUD tahun ini.
"DPRD mengapresiasi langkah pemerintah daerah di bawah Pak Anies. Sepanjang sejarah ada PAUD di DKI Jakarta, baru pada 2018 dianggarkan untuk PAUD dari Provinsi DKI Jakarta," ucap Taufik.
Taufik mengungkapkan, tahun 2018 pemerintah telah menganggarkan dana untuk PAUD Rp 68 miliar. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan para tenaga pendidik PAUD.
"Saya kira dana tersebut di tahun-tahun mendatang harus ditingkatkan. Sekali lagi DPRD mengapresiasikan langkah yang diambil pemerintah," ucap Taufik.
Di lokasi yang sama, Anies sebelumnya mendengarkan keluharan guru-guru PAUD yang merasa tak diperhatikan. Meski sama-sama mengajar anak dan memberikan ilmu, mereka tak dihargai layaknya seorang guru.

Atas keluhan itu, Anies berjanji menyejahterakan guru-guru PAUD. Bahkan, Anies menuturkan, alokasi anggaran dalam APBD DKI nantinya juga untuk memperbaiki fasilitas PAUD.(tribun/Kompas/NMn]

Tertarik Dengan Islam Nusantara Maroko dan Mesir Undang Ceramah Ketua PBNU


Nahimunkarnews.com -- Tertarik Dengan Islam Nusantara Maroko dan Mesir Undang Ceramah  Ketua PBNU. KH. Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU tidak akan surut memerangi ekstremisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam.

“Tak peduli orang lain mau bilang apa karena ini juga demi Islam,” kata Said Aqil saat konferensi pers menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Kantor PBNU, Jakarta, Senin.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU digelar di Nusa Tenggara Barat tanggal 23-25 November dengan tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka forum permusyawaratan setingkat di bawah muktamar itu.

Menurut Said Aqil, NU bersemangat memerangi ekstremisme terorisme yang mengatasnamakan agama Islam karena justru mencoreng wajah Islam sendiri. 



“Di Al Quran itu disebutkan tidak ada yang paling jahat melebihi orang yang melakukan kejahatan atas nama Tuhan atau Islam. Itu paling jahat,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW telah memprediksi bakal munculnya orang-orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak paham substansinya sehingga mereka melakukan tindakan yang mereka anggap sesuai tuntunan Islam, padahal sebaliknya.

Ia pun kembali mencontohkan pelaku pembunuhan terhadap khalifah yang juga menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, yang menyebut tindakannya itu juga demi Islam.

Jadi, kata Said Aqil, radikalisme terorisme sama sekali bukan ajaran Islam, justru bertentangan dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, Islam moderat, Islam Nusantara, Islam yang ramah yang selama ini dipraktikkan umat Islam Indonesia itulah wajah Islam yang sebenarnya.

“Arab sendiri kini ingin seperti Indonesia. Saya diundang ceramah tentang Islam Nusantara di Al Azhar Mesir dan di hadapan raja Maroko,” katanya.

Tapi, anehnya, kata dia, justru orang-orang Indonesia yang beberapa tahun belajar di Arab, pulang ke Tanah Air bersikap dan bertingkah lebih Arab daripada orang Arab itu sendiri.[Antara/NMn]