Ratusan Guru Besar Lakukan Aksi Dukung KPK Menolak Hak Angket DPR



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Ratusan guru besar lakukan aksi Dukung KPK Menolak Hak Angket DPR yang akan lemahkan lembaga pemberantasan korupsi itu. Para profesor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sepakat mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berbagai gempuran dari segala arah menyerang lembaga antirasuah ini, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menggulirkan hak angket.

Sebanyak 153 profesor dan guru besar menyatakan dukungan kepada KPK untuk menghadapi hak angket. Mereka menggulirkan dukungan tersebut di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin petang, 19 Juni 2017.

"Para profesor antikorupsi dari berbagai kampus di seluruh Indonesia menyatakan dukungannya terhadap KPK,” kata guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM Prof Dr Muhadjir Darwin di Kampus Program Doktor Studi Kebijakan, Senin, 19 Juni 2017.

Langkah DPR menggunakan hak angket terhadap KPK dilakukan setelah beberapa anggotanya terindikasi terlibat dalam kasus korupsi Kartu Tanda Pendudu elektronik (e-KTP). Hal itu, kata dia, justru membuat gerakan antikorupsi di masyarakat semakin menguat.


Menurut dia, ada dua hal serius yang membuat dukungan terhadap KPK semakin mengkristal. Pertama, aksi dukungan Amien Rais, pendiri Partai Amanat Nasional, terhadap penggunaan hak angket oleh DPR setelah namanya disebut dalam tuntutan jaksa di sidang pengadilan perkara Siti Fadilah Supari. Kedua, Amien dengan vulgar menuduh KPK sebagai lembaga busuk.

“Kedua hal itu bukannya membuat rakyat tidak percaya kepada KPK, tapi semakin mengkristalkan dukungan masyarakat, termasuk para guru besar di seluruh Indonesia kepada KPK,” ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai unsur masyarakat telah secara terbuka mengemukakan dukungan terhadap KPK. Dukungan rakyat ini tidak bisa dianggap enteng. Karena itu, para anggota Dewan perlu benar-benar memperhitungkan hal tersebut.

"Jika proses hak angket ke KPK di DPR tetap dilanjutkan, saya menduga dukungan rakyat terhadap KPK akan semakin meluas. Hal demikian akan menimbulkan krisis kepercayaan terhadap lembaga tinggi negara ini,” ujarnya.

Peneliti di Pusat Studi Pendudukan UGM ini memperkirakan suara rakyat pada pemilihan umum 2019 mendatang terhadap partai-partai politik akan ditentukan posisi mereka dalam kasus ini. Partai dan para politikusnya yang terlibat dalam upaya pelemahan KPK ini akan kehilangan kepercayaan dari rakyat.

"Kita berada dalam kesempatan emas untuk menjadikan Indonesia benar-benar bersih dari korupsi. Tidak boleh lagi ada koruptor yang kebal hukum dan bebas dari jeratan hukum,” tuturnya.

Dia mengingatkan agar DPR bersikap terbuka terhadap program nasional ini. DPR, kata dia,  harus mau merelakan anggotanya yang terindikasi korupsi untuk diseret ke pengadilan. “Biarkan pengadilan yang memutuskan apakah mereka benar bersalah atau tidak,” katanya.

Berikut ini pernyataan para guru besar melalui siaran pers.

Kami mengimbau kepada Presiden Joko Widodo, pimpinan partai politik, dan pimpinan DPR/MPR untuk tetap menjadi bagian penting bagi upaya pemberantasan korupsi dan mendukung langkah KPK memerangi korupsi.

Presiden Joko Widodo dan jajaran kepolisian sebaiknya dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan, penyidik KPK, dengan segera.

Pimpinan partai politik dan DPR/MPR sebaiknya membatalkan penggunaan hak angket untuk KPK karena prosedur, subyek, dan obyeknya tidak tepat secara hukum.

Kami ingin menegaskan kembali bahwa kami bersama dan tetap akan mendukung KPK karena KPK adalah harapan bagi upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.(tempo/NMn)

Bilang Pembangunan Jalan Trans Papua Bohong, Komnas HAM Kena Semprot Puspen TNI



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Bilang Pembangunan Jalan Trans Papua Bohong, Komnas HAM Kena Semprot Puspen TNI. Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantauan dan Pelanggaran HAM, Natalius Pigai selama ini memang dikenal vokal mengkritisi kinerja Presiden Jokowi, dimata ketua Komnas HAM tersebut apapun yang dilakukan pemerintahan Jokowi tidak ada artinya sama sekali.

Pigai menyampaikan bahwa selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dia tidak pernah mengetahui rancang bangun insfrastruktur jalan dan jembatan di Papua 2015-2019.

"Coba tunjukkan mana, dan berapa kilo meter ruas jalan perioritas, dan mana ruas jalan strategis untuk konektivitas antar kota/kabupaten, provinsi dan jalan nasional selama 2015-2019?" tantang Natalius PIGai.

Menyikapi pernyataan pigai tersebut puspen TNI melalui akun Twitternya menyemprot Komisioner HAM tersebut dengan kata-kata , " Barangkali pak pigai sdh lama tidak pulang ke Papua karena sibuk di Jakarta, ayo pak liat tanah Papua... Jalannya dah bagus".

Soal tuntutan pihak TNI agar Pigai meminta maaf atas pernyataan itu lewat media massa dari Sabang sampai Merauke, Pigai tidak menanggapinya.(PP/NMn)

Peneliti Utama LIPI: Isu PKI Dihembuskan Politikus Busuk dan Radikalis Agama



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang tersebar di media sosial merupakan “mimpi di siang bolong”.

Asvi menegaskan bahwa informasi terkait munculnya PKI ini belum dapat dibuktikan kebenarannya alias hoax.

Menurutnya, isu kebangkitan PKI saat ini sengaja dihembuskan kelompok tertentu untuk mengacaukan situasi politik. Isu itu dimainkan operator profesional yang menggandeng tiga kekuatan yaitu pebisnis hitam, politisi busuk, dan radikalis agama.

"Gabungan tiga kelompok ini dan digerakkan oleh operator profesional yang membuat politik kita keruh,” ujar Asvi di Jakarta, Kamis (15/6).

Dia mempertanyakan kebenaran berita bahwa saat ini PKI sudah terbentuk dengan struktur dari pusat hingga daerah, bahkan disebut sudah memiliki anggota mencapai 15 juta orang, yang dipimpin Wahyu Setiaji‎.

Baca juga: Isu PKI adalah mainan Jenderal lulusan Amerika 

Target Jatuhkan Jokowi
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Indonesia Marhaenis (PNI Marhaenis) Sukmawati Soekarnoputri juga menampik isu bangkitnya kembali PKI. Menurutnya, isu PKI sengaja dimainkan lawan politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjegalnya agar tidak terpilih kembali pada pemilu 2019 mendatang.

"Jangan mau dibodohi. Itu bohong belaka," kata Sukmawati.

Ia menggugat kelompok atau golongan yang mengaitkan bangkitnya PKI dengan hubungan baik Indonesia dengan Tiongkok. Putri Sukarno ini mengatakan negara-negara lain juga menjalin hubungan baik dengan Tiongkok.

"Kalau sekarang Indonesia kembali lagi ada hubungan dengan Tiongkok, kenapa tidak? Karena super ekonomi sekarang ini adalah mereka. Raja Arab Saudi saja kerja sama dengan Tiongkok. Amerika Serikat juga pinjam duit untuk pembangunannya. Lantas Indonesia melakukan hal yang sama, apa salahnya?" tanya Sukmawati.(BS/NMn)

"Jangan Suka Mengkafirkan Orang lain" , Kata Bung Karno



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Sejarawan Azyumardi Azra mengatakan, Presiden pertama RI Soekarno adalah pemikir islam yang reformis.

Ajaran-ajaran Soekarno tentang Islam masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

"Misalnya, Bung Karno paling tidak suka mengafirkan orang. Beliau selalu berpesan jangan mudah mengafirkan orang. Pesan Bung Karno sangat relevan, sekarang tambah banyak orang yang mengafir-kafirkan orang lain," ujar Azyumardi Azra dalam acara Ngaji Bareng Bung Karno yang digelar Megawati Institute, di Jakarta, Jumat (16/7/2017).

Azyumardi mengatakan, pada masa Bung Karno dulu, yang kerap dikafir-kafirkan adalah non-pribumi yang beragama non-Muslim.

Kini, ia mengaku prihatin terhadap sesama Muslim pun saling mengafirkan.

"Padahal yang mengafirkan, orang itu yang kafir. Mereka tidak mau bersyukur, bisa tinggal di Indonesia yang damai, tapi tidak mau menghormati merah-putih, tidak mau menghormati Bhinneka Tunggal Ika, itu namanya kufur nikmat," kata Azyumardi.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini menambahkan, Soekarno juga adalah sosok yang menentang negara khilafah.

"Khilafah itu ditolak oleh Bung Karno. Katanya itu sistem politik yang sudah kuno, ketinggalan jaman, ngapain kita ikut seperti itu. Bung Karno lebih senang negara demokratis, tapi pada saat yang sama menjadikan agama sebagai faktor penting dalam bernegara," ucapnya.(kom/NMn)


Rusia Informasikan Kematian Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Kementerian pertahanan Rusia mengatakan mereka yakin telah membunuh pemimpin Isis Abu Bakr Al-Baghdadi dalam serangan udara selatan Raqqa, Suriah. Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan bahwa pihaknya masih mencari konfirmasi setelah pemogokan tersebut pada akhir Mei.

Serangan udara tersebut menargetkan pertemuan pemimpin Isis pada 28 Mei, kantor berita Rusia mengutip pernyataan kementerian pertahanan Rusia.

“Menurut informasi yang sekarang diperiksa melalui berbagai saluran, pemimpin negara Islam Abu Bakr al-Baghdadi, telah dikabarkan terbunuh oleh serangan udara tersebut,” kantor berita RIA mengutip pernyataan kementerian.

Sergei Lavrov, menteri luar negeri Rusia, mengatakan bahwa Rusia belum mengkonfirmasi kematian Baghdadi, dan memperingatkan agar tidak melebih-lebihkan kemungkinan kematiannya tersebut. Dia mengatakan bahwa “penghancuran kelompok teroris selalu disambut dengan sangat antusias, namun, sejarah menunjukkan bahwa kapasitas pertempuran dari struktur ini [kelompok teror] ternyata bisa pulih sendiri” setelah itu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Petrov menolak untuk mengomentari laporan tersebut, hanya mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menerima laporan dari kementerian secara reguler.

Dan koalisi pimpinan AS mengatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan bahwa Baghdadi telah terbunuh.

Pernyataan dari kementerian pertahanan Rusia mengklaim serangan udara 28 Mei tersebut menewaskan sekitar 30 pemimpin Isis tingkat menengah dan 300 lainnya pejuang, dalam sebuah pertemuan “dewan militer” Isis di pinggiran selatan Raqqa. Modal de facto grup jihadi dikelilingi ke utara, timur dan barat dengan memajukan pemberontak Suriah dan pasukan Kurdi yang didukung oleh koalisi pimpinan AS.

Rusia mengatakan beberapa pesawat Su-24 dan Su-25 terlibat dalam serangan udara tersebut, bertindak atas intelijen yang ditangkap oleh rekaman drone. Dikatakan bahwa mereka telah menginformasikan kepada AS sebelum melakukan pemogokan tersebut.(idp/NMn)

Pimpinan ISIS Filipina asal Indonesia Pernah Tinggal dan Menikah di Bekasi



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Pimpinan isis Filipina Asal Pernah tinggal dan Menikah di Bekasi.Pria itu adalah Omar Khayam Maute. Omar mempersunting Minhati Madrais, putri dari pimpinan pondok pesantren Darul Amal di Babelan, KH. Madrais Hajar yang tak lain murid dari KH Noer Alie, salah satu Pahlawan Nasional Indonesia asal Bekasi. "Iya betul, menantu," kata KH Madrais Hajar belum lama ini.

Dia mengatakan, putrinya dan Oman menikah di Mesir ketika masih sama-sama menjadi pelajar di sebuah perguruan tinggi pada 2008. Minhati mengambil jurusan Syariah, sementara Omar jurusan tafsir. "Saya datang ke sana sebagai wali, setahun kemudian lulus, baru pulang ke sini," kata dia.

Menurut Madrais, Omar dan Minhati hanya dua tahun tinggal di Bekasi. Selama itu, Madrais meminta keduanya menjadi pendidik karena sudah menempuh ilmu ke Mesir. "Itu keinginan saya (menjadi pendidik) supaya dia itu ngajar di sini, kita punya lembaga pendidikan," kata dia.

Tak lebih dari dua tahun, Omar mengajak istrinya pulang ke Filipina. Dia mengaku tak mengetahui motif di balik itu. Namun diduga karena Omar tak sepaham dengan keinginan keluarga istrinya yang memintanya menjadi pendidik.

"Selama dua tahun dirasakan kurang kerasan barang kali, itu hak dia (Omar) bawa istri, orang tua enggak bisa (menahan)," kata dia.

Sejak saat itu, Madrais sudah tak lagi menjalin komunikasi dengan menantunya. Madrais terkejut ketika mendapatkan informasi bahwa Maute terlibat dalam invasi Kota Marawi di Filipina.(MDK/NMn)

Panglima TNI: Hampir Semua Propinsi di Indonesia Sudah Ada Jaringan ISIS



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengemukakan hampir seluruh provinsi di tanah air sudah ada sel-sel atau jaringan kelompok teroris Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS). Hanya Papua yang belum terlihat ada indikasi hadirnya kelompok teroris tersebut.

Hal itu disampaikan dalam acara buka puasa bersama jajaran media massa di Balai Sudirman, Jakarta, (Senin,12/6/2017).

Ia menjelaskan sel-sel ISIS itu memang tidak aktif. Mereka masih pasif tetapi menunggu momen untuk bangkit. Sedikit saja ada pemicu, mereka siap untuk menguasai negara ini.

"Begitu di satu tempat membangunkan sel-sel yang masih tidur itu maka akan muncul di beberapa tempat lain," ujar Gatot.

Dia menegaskan ketika sel-sel itu mulai aktif maka di situlah negara-negara asing akan bekerja. Mereka akan mengadu domba masyarakat Indonesia sehingga antara satu dengan yang lain saling berperang. Jika sudah saling berperang, maka kehancuran Indonesia sudah berada di depan mata.

"Kita lihat apa yang terjadi di Suriah. Jangan sampai konflik di Suriah pindah ke Indonesia," tutur Gatot.

Dia meminta masyarakat jika ada orang-orang yang tidak dikenal, terutama yang dicurigai sebagai kelompok teroris harus melapor ke aparat. TNI siap membantu Polri untuk mencegah hadirnya ISIS di Indonesia.(bsc/NMn)

Lembaga Survei Ternama Bilang Elektabilitas Presiden Jokowi Makin Meroket Tak Terbendung



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Lembaga Survei Ternama Bilang Elektabilitas Presiden Jokowi Makin Meroket Tak Terbendung. Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mengatakan, dalam survei yang dilakukan di jawa Barat, elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) unggul jika dibandingkan beberapa kandidat presiden lainnya.

“Dalam pertanyaan tertutup terhadap 4 nama calon presiden, Joko Widodo unggul dengan tingkat elektabilitas sebesar 35,8 persen. Sementara Prabowo Subianto berada di bawahnya dengan dukungan sebesar 29,5 persen, lalu Anies Baswedan 1,5 persen, dan Agus Harymurti Yudhoyono 0,6 persen. Sisanya belum memutuskan,” kata Qodari di Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/6).

Jika dibandingkan dengan temuan survei pada 27 Februari 2017, kata dia, Joko Widodo naik dari 30,3 persen ke 35,8 persen (naik 5,5 persen). Prabowo Subianto naik dari 26,3 persen ke 29,5 persen (naik 3,2 persen).

Qodari mengatakan, jika dilakukan head to head antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Jokowi tetap unggul dengan dukungan sebesar 36,3 persen, sementara Prabowo 31,5 persen.

Keunggulan ini tidak saja terekam dalam survei saat ini, tetapi juga pada survei Indo Barometer pada 27 Februari 2017 lalu, dimana Jokowi sudah unggul dengan elektabilitas 32,4% dan Prabowo Subianto 30,9 persen.

Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;">“Dengan hasil survei seperti ini, setidaknya telah mengubah peta pilpres pada 2014, di mana Prabowo-Hatta saat itu unggul dengan perolehan suara sebesar 59,78 persen dan Jokowi-JK 40,22 persen,” imbuh Qodari.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan bahwa salah satu dari lima permasalahan penting di Jawa Barat yakni masalah infraksturktur. Dalam skala nasional, hal itu sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi. Itulah yang membuat elektabilitas Jokowi saat ini unggul jika dibandingkan Prabowo.

Qodaro mengatakan, ada lima permasalahan terpenting di tingkat provinsi menurut publik (pertanyaan terbuka) yang mencuat dalam survei yakni sulitnya lapangan pekerjaan (23,5%); mahalnya harga kebutuhan pokok (17,9%); kondisi jalan yang buruk (kurangnya perbaikan jalan) (12,9%); banyaknya warga yang miskin (11,3%); dan kemacetan (5,3%).

Qodari lebih jauh mengatakan, kemenangan Anies-Sandi di pilkada DKI Jakarta ternyata tidak begitu pengaruh terhadap elektabilitas Prabowo di Jawa barat.

Dulu diperkirakan kalau Anis-Sandi menang, maka elektabilitas Prabowo terdongkrak. Namun hasil survei mengatakan lain.

Survei Indo Barometer ini dilaksanakan di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, pada 17-23 Mei 2017. Dengan jumlah responden 800 orang yang berumur 17 tahun atau yang sudah menikah. Margin of error ± 3,46%, pada tingkat kepercayaan 95%.(NMn)

Sumber:

Wawancara Aljazeera : Negara-negara Arab Harus Belajar Dari Iran

Ilustrasi Talk Show Aljazeera 


ALJAZEERA: NEGARA NEGARA ARAB HARUS BELAJAR DARI IRAN

Bukankah Iran dalam HUT ke-30 tahunnya telah menjadi kekuatan raksasa regional? Bukankah sekarang Arab harus belajar kepada Iran tentang kebangkitan, resistensi, kehormatan, demokrasi, alih-alih memusuhinya?

Bukankah Iran telah menggunakan dananya untuk memroduksi energi nuklir, rudal-rudal jelajah antar benua, dan satelit, sementara negara-negara Teluk menghamburkan uangnya miliaran USD untuk bursa-bursa Teluk dan AS?

Apa gerangan yang dihasilkan oleh Arab selain membangun menara-menara pencakar langit tertinggi yang ternyata berubah menjadi “(tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya (QS. 22.45)” setelah terjadi krisis ekonomi?

Bukankah Iran yang diboikot justru berbangga dengan industri-industri beratnya, sedangkan kita untuk serban dan igal saja malah impor dari Inggris, cendera mata Ramadhan dan kacang-kacangan dari Cina, shisha dari Jepang, dan memesan gadis-gadis dari Amerika?

Bukankah pada pemerintahan Iran presiden telah datang silih berganti, sedangkan di dada kita hanya tertancap satu penguasa yang tak ada duanya selama puluhan tahun? Bukankah popularitas presiden Iran mengungguli popularitas sebagian besar penguasa Arab?

Pernahkah gerakan-gerakan perjuangan Arab mencetak kemenangan tanpa (bantuan) Iran?

(Dierjemahkan oleh Moh Musa dari video penggalan siaran talk show Aljazeera)

Kalah Judi Pangeran Arab Saudi Gadaikan Lima Istri Untuk Taruhan

Pangeran Arab Saudi Majed bin Abdullah bin Abdulaziz Al Saud


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Pangeran Arab Saudi ini membuat heboh dunia perjudian sejagat. Dalam waktu enam jam berjudi, dia kehilangan 1,350 miliar riyal atau US$ 359 juta.

Tidak cuma itu, lima dari sembilan istrinya digadaikan untuk menutup kekalahannya bermain bermain poker di sebuah kasino di Mesir.

Pangeran Arab Saudi bernama Majed bin Abdullah bin Abdulaziz Al Saud ini sudah terkenal di seluruh dunia karena kebiasaan mengonsumsi obat-obatan dan bermain judi. Namun kegilaan judi dan taruhan kali ini cukup luar biasa.

Dia tinggal selama seminggu di Sinai Grand Casino yang sangat terkenal. Dia menghabiskan enam jam di meja poker dengan "taruhan yang kelewat batas".

Ia kehilangan ratusan juta dolar dan bahkan terpaksa menyerahkan lima istrinya untuk menutupi sebagian dari hutangnya, seperti dilaporkan www.worldnewsdailyreport.com

Menurut Direktur Kasino, Ali Shamoon, pangeran tersebut menggadaikan istrinya dengan imbalan kredit $ 25 juta dan meninggalkan mereka di sana setelah dia mengalami kekalahan.

"Ini bukan pertama kalinya pelanggan kasino bertaruh makhluk hidup. Kita juga sering mendapatkan unta dan kuda, tapi biasanya, pelanggan membayar untuk mengambilnya. Tapi ini adalah pertama kalinya seorang pemain meninggalkan istrinya setelah dia kalah," kata Ali.

Memperbudak atau menjual wanita sudah jarang dilakukan, namun masih legal di beberapa negara Timur Tengah. Status dari wanita-wanita tertentu ini tampaknya mempermalukan Kasino Sinai Agung dan pemerintah Mesir. Bagaimanapun solusi diplomatik sangat mungkin akan terjadi.

Masih belum jelas apa yang akan terjadi pada para istri pangeran tersebut, dan jika mereka bisa kembali ke Arab Saudi, kebanyakan ahli percaya bahwa anggota keluarga kerajaan Saudi lainnya akan membelinya secara diam-diam beberapa minggu ke depan.

Jika tidak, kemungkinan mereka akan dijual, di lelang ke Yaman atau Qatar.

Berjudi dengan banyak dampak buruk bukan pertama kalinya dilakukan Pangeran Majed bin Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. Pada tahun 2015, pangeran ia dituduh melakukan hubungan seksual dengan seorang ajudan laki-laki, mengambil kokain dan mengancam untuk membunuh wanita yang menolaknya dan serta melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pembantu.

Beberapa hari setelah hal memalukan ini terungkap oleh media, jaksa wilayah Los Angeles mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengajukan tuntutan kepada pangeran dan dia diizinkan meninggalkan negara tersebut.

Kali ini, sang pangeran diyakini telah kehilangan sebagian besar kekayaannya. DIharap dengan kehilangan banyak duit dan lima istri, dia bisa hidup lebih tenang dan lebih konservatif lagi.(IK/NMn)



Iran Berhasil Ungkap Identitas Dan Nama Pelaku Serangan Teror Di Makam Imam Khomeini



NAHIMUNKARNEWS.COM – Departemen Keamanan Iran, pada hari kamis (08/06) telah mengungkap identitas-identitas para pelaku serangan yang terjadi di Teheran yang telah menewaskan 17 orang.

Kantor berita Iran Tasnim mengutip dari Kementerian Iran mengungkapkan bahwa pihak Kementerian telah mengidentifikasi orang-orang yang terkait dengan kelompok ini.

Kementerian Keamanan Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para teroris yang menyerang makam Imam Khomeini dan gedung parlemen Iran yang terdiri dari 5 orang ini terkait dengan kelompok Wahabi takfiri dimana mereka direkrut oleh organisasi teroris ISIS dan mereka meninggalkan negaranya untuk ikut serta dalam kejahatan organisasi teroris di Mosul dan Raqqah(Suriah).

Kementerian Iran mengatakan bahwa orang-orang ini memasuki negara-negara tersebut di bulan Juli atau Agustus 2016, di bawah kepemimpinan salah satu pemimpin senior dalam organisasi teroris yang disebut Abu Aisyah.

Kementerian Iran mengatakan bahwa kelompok-kelompok teroris berniat melakukan operasi teroris di kota-kota reigius tetapi mereka gagal setelah Kementerian keamanan membasmi kelompok-kelompok teroris dan menghabisi anggota-anggota utama mereka yang mendorong para teroris lainnya bersembunyi dari khalayak ramai.

Kementerian Keamanan Iran telah menerbitkan gambar-gambar anggota teroris yang melakukan aksi terorisme kemarin di ibukota Teheran 2016. Kementerian Iran juga telah mengumumkan identitas seluruh anggota teroris yang terlibat dalam aksi terorisme yang mengguncang Teheran kemarin, begitu juga elemen-elemen yang terkait dengan kelompok ini, Kementerian Iran mengumumkan nama-nama teroris ini dengan lengkap.


Adapun nama-nama mereka: Ramin, Seryas, Fereydoun, Qayyum, Abu Jihad.

Kementerian Keamanan Iran juga mengatakan bahwa pasukan keamanan Iran telah menangkap sejumlah orang yang memiliki hubungan dengan serangan terorisme yang terjadi kemarin di ibukota Teheran. Kementerian Iran menegaskan bahwa pihak keamanan Iran telah berhasil menggagalkan lebih dari 100 operasi terorisme selama dua tahun terakhir.(SFA/NMn)

[VIDEO] Jusuf Kalla Hadiri Ceramah Yang Mendukung Korupsi

Ilustrasi Jusuf Kalla 


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pengajian yang mendukung Korupsi. Dalam pengajian yang dihadiri oleh Jusuf Kalla itu si penceramah mengatakan, "Sebejat-bejatnya orang Islam, walau korupsi walau bajingan masuk penjara, nanti mati pasti punya jatah surga, namun sebaik-baiknya kafir, santun, seramah-ramahnya kafir, punya posisi dipemerintahan, mati masuk neraka."

Lihat videonya :



Penceramah agama Islam seperti yang ada dalam video itu sepertinya tidak tahu atau mungkin ingin mendistorsi Firman Allah swt yang mengatakan dalam Alquran,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal shalih, maka untuk mereka adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (QS. Al Baqarah: 62)

Anehnya tidak ada tanggapan secara lisan ataupun tertulis dari Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait ceramah salah seorang ustad dari pondok pesantren (ponpes) Gontor - Ponorogo tersebut yang terkesan seolah-olah mendukung atau memberi harapan baik kepada para koruptor untuk melakukan korupsi.

Ini adalah bentuk pembodohan publik yang dilakukan oleh seorang ulama dari pesantren terbesar di Indonesia.
Dengan kualifikasi ulama seperti itu jangan harap Indonesia akan bebas dari korupsi, seorang koruptor yang akan melakukan kejahatannya akan berpikir, tidak apa apa korupsi didunia toh saya muslim nanti apabila mati masih mendapat surga, daripada 'kafir' berbuat baik sebanyak apapun percuma karena akan masuk neraka. Entahlah surga seperti apa yang diharapkan dari perilaku yang merugikan umat manusia tersebut.(nahimunkarnews.com)


Pembawa Acara Agama Di Televisi Mesir Diadili Karena Menyebut Kristen Dan Yahudi kafir



NAHIMUNKARNEWS.COM -- Pembawa acara agama di Mehwar televisi yang juga sebagai Khatib shalat Jumat di Mesir , Salem Abdel-Galeel  diadili dalam kasus penistaan agama setelah menyebut umat Kristen dan Yahudi kafir dan tidak akan masuk surga.

Pernyataan Galeel, mantan wakil menteri di Kementerian Agama Wakaf, dinilai  mengancam perdamaian masyarakat, dan menghasut terjadinya kekerasan terhadap umat Kristen.

Pengacara dan aktivis Gereja Koptik Mesir, Naguib Gobrail kepada AFP mengatakan, pengadilan akan menyidangkan perkara Galeel pada 24 Juni dengan agenda mendengarkan para pelapor.

"Ini fintah terhadap agama dan mengancam persatuan Mesir," kata Gobrail.

Dalam satu acara yang dipandunya di Mehwar televisi, Galeel menyebut umat Kristen dan Yahudi sebagai kafir. Pernyataannya itu kemudian dikecam oleh petinggi Mehwar dan sejumlah pejabat agama Mesir.

Kementerian Agama Wakaf Mesir kemudian melarang Galeel memberikan kotbah Jumat di masjid-masjid di Mesir. Larangan itu baru akan dicabut jika Galeel menyatakan permintaan maaf.

Beberapa orang menuding Galeel anggota dan pendukung organisasi Ikhwanul Muslimin yang sudah dilarang di Mesir. Pemerintah Mesir memasukkan Ikhwanul Muslimin dalam daftar teroris menyusul jatuhnya Mohammed Mursi dari kursi kepresidenannya tahun 2013.

Galeel tidak muncul memberikan penjelasan, ia hanya meminta maaf dengan menulis pernyataan di akun Facebooknya. "Saya memohon maaf melukai perasaan."

Galeel menuding Kristen dan Yahudi kafir karena mengakui Yesus dan Musa, namun tidak mempercayai Muhammad.

Kasus penistaan agama oleh Galeel terjadi di tengah kritikan media terhadap pejabat-pejabat Islam di Mesir. Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi secara terus menerus menyerukan revolusi wacana agama untuk mengatasi ekstrimisme dan kepicikan wawasan.(NMn)

Sumber: Tempo

Radikalisasi Sudah Mulai Sistemik Masuk ke Lembaga Pendidikan di Indonesia


NAHIMUNKARNEWS.COM -- Radikalisasi sudah mulai sistemik masuk ke instansi-instansi pendidikan termasuk ke perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala BNPT, Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, dalam rapat dengan kementrian/lembaga di Gedung BUMN Jakarta, Kamis (4/5/2017). Ia menegaskan bahwa hal ini adalah kondisi darurat yang harus menjadi perhatian semua kementrian dan lembaga.

“Radikalisasi di kampus sudah sangat gawat. Kalau kita tidak gerak cepat ini akan membahayakan anak-anak penerus bangsa,” jelas Kepala BNPT.

Ia juga menambahkan bahwa perekrutan tenaga pendidik harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai radikalisme justru masuk lewat ajaran-ajaran dari tenaga pendidiknya.

“Penyaringan harus benar-benar ketat dalam merekrut tenaga pendidik. Disinilah koordinasi BNPT dengan kementrian dan lembaga sangat dibutuhkan, dalam hal ini adalah koordinasi dengan Kemenristekdikti (Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi),” tegasnya.

Kekhawatiran akan radikalisasi di perguruan tinggi ini berangkat dari peristiwa Deklarasi Khilafah oleh HTI di kampus IPB baru baru ini. Hal ini diharapkan tidak terjadi kembali di instansi-instansi pendidikan lainnya.(DI/NMn)

HTI Perintahkan TNI Dan POLRI Kudeta Kemudian Menyerahkannya Pada Khilafah



NAHIMUNKARNEWS.COM -- HTI Perintahkan TNI Dan POLRI  Kudeta Kemudian Menyerahkannya Pada Khilafah. Dalam situsnya HTI dengan terang-terangan menyeru Polisi dan TNI agar mengambil alih pemerintahan untuk diserahkan kepada Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyeru Polisi dan Militer mengambil alih kekuasaan untuk menegakkan khilafah.(lihat screenshot dibawah ini).


Ketua DPP HTI Rokhmat S Labil menyerukan,
“Wahai Polisi, wahai Tentara, wahai jenderal-jenderal tentara Islam, ini sudah waktunya membela Islam, ambil kekuasaan itu, dan serahkan kepada kami (Hizbut Tahrir) untuk mendirikan khilafah!” seru Rokhmat dalam pidatonya.

Lambatnya janji pemerintah untuk membubarkan ormas anti pancasila ini membuat kelompok ini merasa mendapat kesempatan untuk menularkan fahamnya yang ingin mendirikan Khilafah.

Janji pemerintah ini pernah dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang menyebut segera membubarkan salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia karena sudah terang-terangan menganut paham anti Pancasila.

Saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan Kejagung, Polri, dan TNI untuk segera memutuskan dan mengumumkan pembubaran ormas yang dianggap menyalahi garis besar paham Indonesia, yakni Pancasila.(PP/NMn)